Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Kepala Staff Kepresidenan Moeldoko (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)
"Presiden telah memerintahkan Kapolri, Panglima TNI untuk berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah ini," ucap dia.
Dream - Moeldoko meminta masyarakat tetap tenang menghadapi situasi teror beberapa hari ini. Menurut Kepala Staf Kepresidenan itu mengatakan, masyarakat harus menyerahkan kasus ini kepada aparat penegak hukum.
"Kepada masyarakat untuk tetap tenang, serahkan situasi ini kepada TNI Polri," ujar Moeldoko di Menara 165, Jakarta, Senin 14 Mei 2018.
Moeldoko menambahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintah Polri dan TNI untuk segera menyelesaikan situasi teror yang berkembang untuk menciptakan keamanan dan ketenangan di masyarakat.
"Presiden telah memerintahkan Kapolri, Panglima TNI untuk berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah ini," ucap dia.
Mantan Panglima TNI itu menegaskan, tak ada istilah kecolongan dalam insiden meledaknya bom di depan Markas Polrestabes Surabaya, Jawa Timur.
"Dalam video itu kan sudah sesuai prosedur dicek. Tapi namanya orang naik motor langsung meledak," kata dia.
Moeldoko mengatakan saat ini polisi perlu mengevaluasi sistem pemeriksaan tamu yang ingin masuk ke institusi kepolisian atau obyek vital lain.
"Secara produr sudah bagus dan nanti dievaluasi agak jauh (dari pintu masuk) pemeriksaan mobil, motor jauh ke depan lagi," ujar dia.