Mufti Agung Arab Saudi Serukan Sholat Idul Fitri di Rumah Saja

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 18 Mei 2020 18:01
Mufti Agung Arab Saudi Serukan Sholat Idul Fitri di Rumah Saja
Tata cara sholat Id bisa dijalankan jemaah atau sendiri.

Dream - Mufti Agung Arab Saudi sekaligus Kepala Dewan Cendekiawan dan Departemen Riset Ilmiah dan Ifta, Syeikh Abdul Aziz Al Al Asheikh mengimbau umat Islam untuk melaksanakan sholat Idul Fitri di rumah saja. Imbauan ini dikeluarkan karena umat Islam dan seluruh penduduk dunia masih berhadapan dengan keadaan luar biasa pandemi Covid-19 saat ini.

Syeikh Abdul Aziz menjelaskan sholat Idul Fitri di rumah terdiri dari dua rakaat dengan melafalkan lebih banyak takbir dan tanpa khotbah. Dia juga menyatakan zakat fitrah dapat didistribusikan melalui badan amil jauh hari sebelum hari raya Idul Fitri.

Dikutip dari Saudi Gazette, Syeikh Abdul Aziz juga mendesak para orangtua menghadirkan sukacita dan kebahagiaan bagi anak-anak dan keluarga dengan membelanjakan hadiah lebih banyak untuk mereka.

Sementara itu, Anggota Dewan Ulama Senior dan Komite Tetap Fatwa Saudi, Syeikh Abdul Salam Abdullah Al-Sulaiman, mengatakan Sholat Idul Fitri dapat dilakukan secara individu atau berjemaah. Dimulai dengan 7 kali takbir pada rakaat pertama sebelum membaca Al Fatihah dengan keras dan membasa Surah Al Qaf.

Selanjutnya pada rakat kedua, melakukan lima kali takbir sebelum memulai membaca Surah Al Fatihah dan kemudian Surah Al Qamar, mengikuti contoh Nabi SAW.

Juga dibolehkan membaca Surah Al A'la dan Al Ghasyiyah di rakaat pertama dan kedua.

Syeikh Al-Sulaiman mengutip Anas bin Malik, seorang sahabat terkemuka Nabi Muhammad SAW. Ketika Anas RA berada di rumahnya di Zawiya, dekat Basrah, dia tidak menemukan sholat jemaah Idul Fitri dan karena itu dia melakukan sholat bersama dengan anggota keluarganya dan pembantunya, Abdullah bin Abi Otba.

1 dari 5 halaman

Waktu Sholat Idul Fitri

Adapun waktu Sholat Idul Fitri dimulai setelah matahari terbit dan waktu terbaik adalah setelah matahari terbit dengan ketinggian satu atau dua tombak seperti yang disepakati oleh sebagian besar ulama.

Ini berarti 15 atau 30 menit setelah matahari terbit dan waktunya berlanjut sampai akhir waktu sholat Dhuha. Itu sebelum sholat Zuhur dimulai.

Lebih lanjut, sholat dilarang pada saat matahari terbit, dan mayoritas ahli hukum, termasuk aliran pemikiran Syafi'i, Maliki, dan Hanbali melarang sholat pada waktu matahari terbit. Mereka menetapkan sholat hanya setelah matahari terbit setinggi satu atau dua tombak di langit.

Mengenai pembacaan takbir pada hari raya Idul Fitri, Syeikh Al Suleiman mengatakan dimulai pada malam Idul Fitri. Lalu berlanjut sampai awal pelaksanaan sholat Idul Fitri.

2 dari 5 halaman

Saudi Berlakukan Lockdown Total Selama Libur Idul Fitri

Dream - Arab Saudi memberlakukan lockdown total di seluruh kawasannya untuk mencegah penyebaran virus corona. Keputusan ini resmi berlaku terhitung mulai 30 Ramadhan hingga 4 Syawal 1441 H, bertepatan dengan 23-27 Mei 2020.

Tetapi, menurut Kementerian Dalam Negeri Saudi, kegiatan perekonomian di seluruh negeri masih akan tetap berjalan. Masyarakat juga masih diizinkan ke luar rumah dengan batas waktu antara pukul sembilan pagi hingga pukul lima sore, kecuali di Mekah yang terus diberlakukan lockdown.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Saudi hanya memberlakukan lockdown 24 jam untuk wilayah Baish di Provinsi Jazan.

Dikutip dari Arab News, penduduk Arab Saudi hanya diizinkan keluar rumah untuk membeli barang-barang kebutuhan pokok dan keperluan medis dengan waktu yang telah ditentukan.

3 dari 5 halaman

Kasus Kesembuhan Harian Tertinggi

Pada Selasa, kemarin, Kementerian Kesehatan Saudi mencatatkan tingkat kesembuhan virus corona harian tertinggi sejak wabah itu masuk pada dua bulan lalu.

Ada lebih dari 2.520 pasien sembuh dan ini merupakan perhitungan harian tertinggi sejak awal pandemi di mana ada peningkatan jumlah total pasien sembuh menjadi 15.257 orang.

Tetapi, ada 1.911 kasus infeksi baru dilaporkan pada Selasa, 12 Maret 2020. Sehingga total kasus menjadi 42.925 di Arab Saudi dengan 27.404 kasus aktif dan 147 dalam kondisi kritis.

Dari kasus terkonfirmasi, 82 persen pasien adalah laki-laki dan 18 persen perempuan. Dua persen adalah orang dewasa di atas usia 65, sementara 6 persen adalah anak-anak.

 

4 dari 5 halaman

Pengembangan Teknologi Canggih

Kematian terakhir dua warga Saudi dan tujuh ekspatriat di Mekah, Riyadh, dan Wadi Al-Dawaser, menjadikan jumlah total korban jiwa menjadi 264.

The King Abdul Aziz City for Science and Technology bersama dengan para pakar bidang epidemiologi dan matematika, sedang membangun sebuah model simulasi yang memantau pergerakan di kota-kota Saudi menggunakan teknologi AI.

Teknologi ini dikembangkan untuk membantu pemerintah dalam memprediksi langkah-langkah tepat dalam pengambilan keputusan untuk memerangi pandemi virus corona.

5 dari 5 halaman

Jelang Nuzulul Quran, 10 Ribu Pasien Corona di Arab Saudi Sembuh

Dream - Kerajaan Arab Saudi mengumumkan kabar baik jelang malam Nuzulul Quran atau Minggu, 10 Mei 2020. Jumlah pasien positif terinfeksi virus corona yang dinyatakan sembuh sudah mencapai lebih 10 ribu jiwa.

Arab News melaporkan pasien sembuh di Arab Saudi sudah melewati 10 ribu pasien sejak Sabtu, 9 Mei 2020 lalu. Data dari Kementerian Kesehatan Saudi menyebutkan pasien hanya memiliki gejala ringan dengan tenggat waktu kesembuhan sekitar 14-21 hari.

Kementerian Kesehatan Saudi menyatakan 80 hingga 90 persen pasien Covid-19 berhasil pulih dalam waktu dua sampai tiga pekan. Kecuali yang kondisinya lebih parah.

 

Beri Komentar