Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Mufti Agung Arab Saudi Syeikh Abdul Aziz Al Syeikh mengecam larangan haji yang diterapkan Iran bagi warganya. Dia menilai Iran sengaja membuat masalah dan memecah umat Islam.
Berbicara secara langsung lewat siaran radio 'Fatwa Fountains' dan dilaporkan langsung oleh media lokal, Al Syeikh mengatakan segala upaya untuk menggagalkan haji tidak dapat diterima. Dia menyebut langkah Iran sama dengan tindakan kriminal.
"Dalam agama Islam, ritual haji merupakan ibadah dan ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, bukan sebagai bentuk kebodohan, atau untuk penyebaran ajaran sesat, atau untuk tujuan politis," kata Al Syeikh.
Al Syeikh mengatakan tidak ada ruang untuk kebohongan. Dia mengatakan sebelumnya Iran pernah melakukan sejumlah upaya menciptakan kekacauan di Masjidil Haram, termasuk sekelompok orang anggota sekte tertentu yang berusaha memindahkan Hajar Aswad.
"Selama 22 tahun mereka terus seperti itu dan atas izin Allah telah dikembalikan ke tempatnya. Politisasi haji tidak dapat dibenarkan," kata dia.
Selanjutnya, Al Syeikh mengatakan Allah SWT telah mempercayakan Arab Saudi bertanggung jawab untuk melayani Dua Masjid Suci.
"Arab Saudi telah mengambil tanggung jawab ini dan memiliki hak menerapkan sejumlah aturan dan undang-undang untuk keselamatan dan kenyamanan jemaah. Setiap orang harus patuh pada peraturan dan undang-undang tersebut," ucap Syeikh.
Pernyataan Al Syeikh disampaikan menanggapi Iran ysng menolsk menyepakati aturan yang telah ditetapkan Kementerian Urusan Haji dan Umrah Saudi. Hal ini membuat setidaknya 63.000 jemaah asal Iran tidak dapat melaksanakan haji.
Delegasi haji Iran sempat terlibat sejumlah pembicaraan mengenai haji di Jeddah dan telah melahirkan kesepakatan. Tetapi, mereka akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Kerajaan tanpa menandatangani kesepakatan mengenai pengaturan jemaah haji.
Kementerian Urusan Haji dan Umrah Saudi menyatakan Iran sepenuhnya bertanggung jawab kepada Allah SWT.
Sumber: arabnews.com
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Inggris dan Jepang Minta Warga Siapkan Stok Makanan untuk 3 Hari, Ada Apa?

Benarkah Oksigen di Bumi Bisa Habis? Ilmuwan Perkiraan Kapan Hal Itu Bisa Terjadi

Sering Disalahpahami, Ini Perbedaan Frugal Living dengan Hidup Pas-pasan

Beeru Stevia Diduga Berisi Pemanis Buatan, Apa Risikonya bagi Penderita Diabetes Jika Terkonsumsi?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?