Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Xi Jinping Saat Berkunjung Di Beijing Exhibition (Foto: CNN.com)
Dream - Presiden China Xi Jinping untuk pertama kalinya muncul setelah tersiar kabar penangkapan dirinya dalam aksi kuduta militer. Kemunculan Xi Jinping setelah kembali dari perjalanan dinas ke Asia Tengah ini sekaligus menepis desas-desus yang muncul menjelang pertemuannya dengan Partai Komunis.
Pada hari Selasa, 27 September 2022, orang nomor satu di Negeri Tirai Bambu itu mengunjungi sebuah pameran di Beijing yang menampilkan pencapaian China selama satu dekade berkuasa.
Melansir laman CNN, Xi Jinping tampil dengan menggunakan masker dan melihat pajangan di Balai Pameran Beijing (Beijing Exhbition), di mana banyak fotonya ditampilkan. Dia didampingi oleh Perdana Menteri Li Keqiang dan para pemimpin tinggi lainnya, termasuk anggota Komite Politbiro.
Xi tidak terlihat di depan umum sejak kembali ke Beijing dari pertemuan regional di Uzbekistan pada 16 September 2022.
Kunjungan itu adalah perjalanan luar negeri pertamanya dalam hampir 1.000 hari sejak awal pandemi.
Ketidakhadiran Xi Jinping sempat memicu rumor online, yang mengklaim walaupun tanpa bukti, bahwa dia telah digulingkan dalam kudeta militer dan ditempatkan di bawah tahanan rumah.
Desas-desus yang tidak berdasar tersebut, didorong oleh klaim pembatalan penerbangan massal (kejadian di bawah pembatasan nol Covid-19 China) dan video kendaraan militer yang belum diverifikasi di jalanan.
Spekulasi liar juga berasal dari jaringan pembangkang China sebelum diangkat dan diperkuat oleh media India. Spekulasi ini begitu kuat sehingga tagar " chinacoup" menjadi tren di Twitter selama akhir pekan lalu.
Dream - Presiden China, Xi Jinping, menjadi trending topik di Twitter selama akhir pekan lalu, menyusul laporan dirinya tengah menjadi tahanan rumah usai dikudeta militer negaranya.
Xi dan tagar #ChinaCoup menjadi tren di media sosial setelah puluhan ribu pengguna Twitter menyebarkan desas-desus bahwa sang presiden ditahan usai digulingkan oleh Tentara Pembebasan Rakyat China.
Bahkan beberapa mengklaim kendaraan perang PLA telah mulai bergerak ke Ibu Kota Beijing.
“ Kendaraan militer #PLA mulai bergerak ke #Beijing pada 22 September. Dimulai dari Huanlai di dekat Beijing dan berakhir Zhangjiakou, Provinsi Hebei, seluruh arak-arakan sepanjang 80km. Sementara itu, rumor mengatakan bahwa #XiJinping ditahan setelah senior #PKC memecatya sebagai kepala PLA,” cuit Jennifer Zheng dikutip dari NDTV.
Penulis Gordon G Chang juga mencuitkan mengenai kemungkinan terjadinya kudeta terhadap Xi Jinping, disertai sebuah video.
“ Video kendaraan militer yang pindah ke Beijing ini muncul segera setelah 59 persen penerbangan di negara itu dilarang terbang, dan pemenjaraan pejabat senior,” cuitnya.
“ Ada banyak asap, yang berarti ada api di suatu tempat di dalam Partai omunis China. China Tidak stabil,” imbuhnya.
Rumor yang belum dikonfirmasi oleh sumber resmi ini muncul di tengah hampir tidak ada penerbangan komersial yang terbang dari dan menuju Ibu Kota Beijing pada Sabtu, 24 September lalu.
Seluruh jadwal transportasi publik lainnya seperti kereta api dan bus juga dibatalkan dari Beijing di waktu yang sama.
Namun, sejumlah pakar China mengklaim belum ada tanda-tanda terjadinya kudeta di luar komentar di media sosial.
Aadil Brar, seorang ahli di China mengatakan bahwa Xi Jinping bisa dikarantina setelah kembali dari Uzbekistan, yang akan menjelaskan ketidakhadirannya dari urusan publik.
Xi Jinping memang baru kembali setelah menghadiri Pertemuan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Uzbekistan.
Spekulasi mengenai kudeta yang dialami Xi Jinping muncul setelah China memberikan hukuman mati kepada dua mantan menteri, pekan ini.
Kedua mantan menteri dan empat pejabat yang dipenjara seumur hidup dilaporkan bagian dari faksi politi.
Serentetan hukuman profil tinggi itu adalah bagian dari kampanye anti-korupsi China menjelang petemuan politik bulan depan, di mana Xi Jinping diperkirakan akan mengamankan masa jabatan ketiga yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya