Netizen Ramai-ramai Bully Penjual Curang iPhone 6

Reporter : Sandy Mahaputra
Minggu, 9 November 2014 09:02
Netizen Ramai-ramai Bully Penjual Curang iPhone 6
Tak cuma mengutuk, netizen juga menyebarkan berbagai informasi pemilik toko.

Dream - Toko Mobile Air di pusat perbelanjaan Sim Lim Square dan pemiliknya, Jover Chew, menjadi bahan gunjingan di dunia maya karena ketahuan 'menjebak' pelanggan mereka.

Kisah turis Vietnam Pham Van Thoai yang ingin uangnya kembali dan perempuan yang dapat ganti rugi SGD$ 1.000 dalam bentuk koin ramai diberitakan di media online.

Sebagian besar netizen mengutuk kelakuan Jover. Sementara yang lain mempertanyakan apakah pihak berwenang bersedia menyelidiki lebih dalam soal penipuan tersebut.

Beberapa juga menyesalkan tindakan Mobile Air dan Jover karena telah merusak reputasi Singapura sebagai negara wisata dan surga belanja.

Berkomentar di situs The Straits Times, Audi Khalid menulis, " Selamat untuk Mobile Air yang mampu menurunkan tingkat kepercayaan konsumen internasional bahkan di bawah China."

Di situs citizen jurnalism, Stomp, runtime88 menulis, " Saya berharap pihak berwenang melakukan langkah tegas untuk mencegah lebih banyak korban di Sim Lim. Mari kita berusaha menjaga reputasi negara kita tidak ternoda oleh semua bajingan ini."

Tay Soon Nam menulis komentar di situs The Straits Times, " Sekarang China (dengan jutaan turisnya yang berpotensi berkunjung ke Singapura) pasti memperingatkan warganya usai kejadian di Sim Lim Square."

" Aku yakin dinas pariwisata Singapura langsung terbangun untuk melakukan sesuatu. Aku kira Singapura telah lalai tidak melakukan tindakan serius sebelumnya," tambahnya.

Tak cuma mengutuk, netizen juga menyebarkan berbagai informasi pemilik toko Mobile Air, Jover Chew. Dari jumlah toko yang ia miliki, bisnis apa saja yang dijalani, alamat rumah, nomor telepon, serta foto-fotonya yang tanpa busana.

Istri Jover juga tidak luput diserang pada berbagai forum online serta media sosial seperti Facebook dan Twitter. Selain Mobile Air, Jover juga memiliki jaringan toko J2 Mobile yang dikelola atas nama istrinya.

Namun istri Jover buru-buru memberikan keterangan lewat akun Facebook-nya, jika ia tidak terlibat dengan bisnis Mobile Air. Gerah dengan serangan dari netizen, istri Jover memilih melaporkan ke polisi.

Beri Komentar