Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Marno Botha (Foto: SWNS.COM)
Dream – Kejadian nahas menimpa seorang pria yang tengah mengisi waktu luang selama menjalani karantina mandiri. Marno Botha, mengalami luka bakar akibat efek alergi dari perwarna rambut yang ia pakai.
Pada bulan Mei lalu, Marno Botha dan pacarnya Caitlynn Van Hecke, mendapatkan ide untuk mewarnai kumis dan jenggotnya dari pirang menjadi hitam. Namun sayangnya ide tersebut justru berakhir menyedihkan.
Pria 21 tahun tersebut mengalami reaksi alergi parah dari produk yang digunakan. Akibatnya, sebagian wajahnya menderita luka bakar kimia, dan membuatnya merasa gatal yang luar biasa.

Marno yang tinggal di Afrika Selatan ini mengatakan bahwa ia mengecat janggutnya pada sore hari. Dan ketika ia bangun pada pukul 3 sore, rasa gatal yang sangat hebat terasa diwajahnya. Dan ia pun langsung mencukur habis jenggotnya.
" Saya melihat wajah saya memerah dibagian di mana pewarna rambut telah dioleskan dan kemudian mulai membengkak,” ucap Marno.
Marno menambahkan bahwa ia tidak bisa menggerakkan wajahnya akibat rasa gatal yang semakin parah. Hingga ia memutuskan untuk pergi ke dokter.
" Saya juga menderita luka bakar kimiawi karena terlalu lama mendiamkan pewarna rambut di wajah saya,” ungkapnya kembali.

Untuk mengurangi kemerahan dan bengkak diwajahnya, ia harus meminum antihistamin selama sebulan penuh.
Kekasihnya, Caitlynn juga ikut merasa khawatir tentang bagaimana semuanya dapat berubah dalam waktu yang singkat. Keduanya hanya berpikir bahwa ide tersebut terdengar menyenangkan. Namun, mereka tak menyangka bahwa hasilnya akan sangat buruk.
“ Butuh hampir dua bulan untuk wajah saya kembali normal. Untungnya kami harus memakai masker saat berpergian. Sehingga hal itu sangat membantu,” ungkap Marno.
(Sumber: dailystar.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya