Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi (Sumber: Shutterstock)
Dream - Dua organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah memprediksi 1 Ramadan 1438 Hijriah akan jatuh pada Sabtu, 27 Mei 2017.
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendasarkan prediksinya pada hasil perhitungan astronomis yang memungkinkan hilal akan terlihat pada Jumat, 26 Mei 2017.
Almanak terbitan Lembaga Falakiyah PBNU juga mencantumkan data hilal berada di atas ufuk selama 37 menit 25 detik. Keadaan hilal saat itu miring ke selatan.
“ Berdasarkan hisab Nahdlatul Ulama, posisi bulan memungkinkan untuk bisa dirukyat. Meski demikian hasil rukyat sore nanti yang akan menentukan awal pulasa Ramadhan1438 H,” kata Hendro Setyanto dari Litbang Lembaga Falakiyah PBNU kepada NU Online, Jumat, 26 Mei 2017.
Sementara itu, berdasarkan Maklumat Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1438 Hijriah yang keluar pada 1 Maret 2017, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1438 Hijriah jatuh pada Sabtu, 27 Mei 2017. Ketetapan ini diambil berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang menjadi pedoman Muhammadiyah.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, mengatakan hasil hisab ini kemungkinan akan sama dengan keputusan sidang Isbat Kementerian Agama nanti. Sebab, menurut Mu'ti, hilal sudah berada pada posisi di atas 4 derajat pada Jumat sore, 26 Mei 2017.
" Karena kan posisi hilal saat itu berada di sekitar 7 derajat. Sudah tinggi. Nah, pemerintah walaupun menggunakan rukyatul hilal biasanya di atas 4 derajat itu sudah masuk rukyat (terlihat), bahkan ada pendapat kalau 2 derajat sudah rukyat," ujar Mu'ti.
Meski demikian, Mu'ti menambahkan, Muhammadiyah akan menghadiri undangan sidang Isbat Kemenag meski mereka telah menetapkan tanggal 1 Ramadan. " Insyaallah hadir, yang terpenting syarat-syarat kemaslahatan sidang Isbat juga harus dipenuhi," kata Mu'ti.
Selain awal puasa, PP Muhammadiyah juga menetapkan jatuhnya Idul Fitri dan Idul Adha 1438H. Idul Fitri akan jatuh pada Minggu, 25 Juli 2017 dan Idul Adha jatuh pada 1 September 2017.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya