Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ramadan tahun ini akan berlangsung selama 29 hari.
Dream - Pakar Astronomi Arab Saudi, Doktor Khalid Al Zaaq, memprediksi bulan suci Ramadan 1438 Hijriyah akan mulai dan berakhir pada hari Sabtu. Ramadan tahun ini akan berumur 29 hari dengan 4 hari Jumat.
Menurut Zaaq, seperti dilaporkan laman Alarabiya, untuk kawasan Saudi, puasa akan berlangsung lebih lama di sepertiga bulan terakhir. Menurut dia, jam puasa terpanjang di Saudi akan berlangsung di Thaif dan tersingkat di Jazan. Perbedaan waktunya sekitar 15 menit.
Dia menambahkan suhu udara di Saudi akan sangat panas selama 40 hari. Kondisi ini mulai terjadi pada hari ke delapan Ramadan. Sementara waktu Sholat Subuh akan jatuh lebih awal di sepertiga hari ke dua bulan Ramadan.
Sedangkan umat Islam Saudi yang akan berbuka lebih dulu adalah mereka yang tinggal di selatan gurun Rub' al Khali. Mereka yang tinggal di Haql akan berbuka paling akhir.
Ramadan tahun ini dan tahun depan, kata Zaad, akan jatuh pada musim panas. Sedangkan mulai 1440H hingga 20 tahun ke depan, Ramadan akan jatuh di musim semi.