Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Obat Covid-19 (Merdeka.com)
Dream - Pandemi virus corona yang masih menyerang nyaris seluruh negara di dunia, terus membuat resah banyak pihak. Tak terkecuali Indonesia.
Teror Covid-19 ini mendorong Indonesia melakukan penelitian dan uji coba untuk segera menemukan obat penangkal yang ampuh.
Baru-baru ini, tim peneliti dari Universitas Airlangga, Surabaya, mengklaim berhasil mengembangkan sebuah obat Covid-19.
Setelah melakukan berbagai riset dan uji klinis, obat ini diharapkan mampu membantu pemerintah dalam mempercepat penanggulangan penyebaran virus Covid-19.
Melansir dari laman Merdeka.com yang mengutip dari laman resmi news.unair.ac.id, Senin 15 Juni 2020, berikut ulasan informasi mengenai obat Covid-19 hasil peneliti Indonesia.
Tim peneliti Airlangga telah berhasil menemukan lima kombinasi obat. Temuan inii diketahui berasal dari beberapa obat yang telah beredar di pasaran dan berpotensi dalam mengobati pasien COVID-19.
" Temuan itu berupa lima kombinasi regimen obat yang berasal dari obat-obat yang sudah beredar di pasaran dan berpotensi menjadi obat bagi pasien Covid-19," seperti yang tertulis dalam laman tersebut.

Dengan didukung oleh Badan Inteligen Nasional (BIN) RI dan BNBP, temuan obat dari tim peneliti Unair diumumkan pada Jumat 12 Juni 2020 di Jakarta. Pengumuman ini dipimpin langsung oleh Kolonel Drs. Sunarwibowo, S.H., M.Hum, elaku Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga. Selain itu, juga dihadiri pula oleh Dr. dr. Purwati, SpPD.
Kemudian, K-PTI FINASIM memaparkan kombinasi obat tersebut terdiri dari:
1. Lopinavir/ritonavir dengan azithromicyne
2. Lopinavir/ritonavir dengan doxycyline
3. Lopinavir/ritonavir dengan chlaritromycine
4. Hydroxychloroquine dengan azithromicyne
5. Hydroxychloroquine dengan doxycycline
Dr. dr. Purwati, SpPD menjelaskan jika regimen kombinasi obat Covid-19 tidak untuk diperjualbelikan secara bebas.
" Belum diperjualbelikan. Ini kolaborasi antara UNAIR, BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), dan juga Badan Intelijen Negara,” pungkas dr Purwati.

Regimen kombinasi obat ini diyakini memiliki potensi serta efektifitas cukup bagus pada daya bunuh virus.
Dosis masing-masing obat juga berbeda dalam kombinasi tersebut. Dikatakan dosis masing-masing yakni 1/5 dan 1/3 lebih kecil dibanding dengan dosis tunggalnya. Sehingga, mampu mengurangi efek toksik bila diberikan sebagai obat tunggal dari obat tersebut.
“ Kini sudah ada ratusan obat yang sudah diproduksi dan akan disebarkan kepada rumah sakit yang membutuhkan,” tambahnya.
Tidak hanya regimen kombinasi obat yang ditemukan. Beberapa peneliti UNAIR juga menemukan potensi dalam penelitian stem cell.
Selain itu, Dr. Purwati juga telah menemukan dua formula baru yakni Haematopotic Stem Cells (HSCs) dan Natural Killer (NK) cells.
“ Dari hasil uji tantang HSCs ditemukan bahwa setelah 24 jam virus SARS CoV2 isolat Indonesia sudah dapat dieliminasi oleh stem cells tersebut. Sedangkan hasil uji tantang NK cells terhadap virus, setelah 72 jam didapatkan sebagian virus dapat diinaktivasi oleh NK cells tersebut,” paparnya.

Maka dari itu, kedua temuan tersebut memiliki potensi serta efektifitas cukup bagus dalam pencegahan dan pengobatan virus SARS CoV 2.
Menurut Dr. Purwati, kedua pengobatan alternatif itu bisa dijadikan rekomendasi bagi para dokter, industri obat hingga masyarakat. Khususnya dalam menangani virus corona Covid-19 secara cepat.
" Dengan demikian keduanya memiliki potensi dan efektifitas yang cukup bagus sebagai pencegahan maupun pengobatan virus SARS CoV 2," seperti yang tertulis dalam unair.ac.id.
Rektor UNAIR Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, MT., SE., Ak, CMA secara bersamaan juga menjelaskan atas keberhasilan tim peneliti UNAIR di Gedung Management Kampus C UNAIR.
Di hadapan para awak media, Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, MT., SE., Ak, CMA juga mengatakan, Universitas Airlangga akan terus mendukung segala upaya dalam mempercepat penanganan virus corona Covid-19 di Indonesia. Menurutnya, hal itu sebagai salah satu bentuk ikhtiar atas pengabdian kepada bangsa dan negara.
“ Kami akan mendukung penuh penelitian UNAIR terkait percepatan Covid-19 ini. Semoga ini menjadi langkah baik bagi riset Indonesia dengan untuk membuktikan penelitiannya dalam waktu singkat. Artinya Indonesia mampu jika kita semua bersatu dan melakukan ini bersama-sama,” kata Rektor UNAIR Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, MT., SE., Ak, CMA.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya