Bukti Kemampuan Sains Siswa Madrasah Tak Kalah dari Sekolah Umum

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 18 September 2019 06:01
Bukti Kemampuan Sains Siswa Madrasah Tak Kalah dari Sekolah Umum
Mencari bibit Habibie muda.

Dream - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin secara resmi membuka gelaran Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2019. Lukman menyebut ajang ini merupakan pembuktikan para siswa madrasah tidak pernah ketinggalan di bidang sains.

“ Kalian adalah generasi kebanggaan bangsa. Ternyata kalian tidak hanya pandai selfie, tetapi juga menalar sesuatu dengan nilai Qurani,” kata Lukman di Hall Grand Kawanua, Novotel, Manado, Sulawesi Utara, Selasa, 17 September 2019.

Lukman mengatakan siswa madrasah dapat menjadi penyatu antara sains teknologi dengan iman takwa. Dia juga mengatakan KSM merupakan salah satu jalur untuk menjaring calon ahli di bidang sains. 

" Kita baru saja kehilangan bapak Habibie, saya optimis KSM ini dapat menemukan pengganti beliau," ujar dia.

Upaya ini tak mustahil. Terbukti pekan lalu tiga siswa MAN 2 Mataram, NTB meraih juara 2 di World Scholar’s Cup di Manila, Thailand.

 

1 dari 6 halaman

550 Siswa Bersaing di 8 Kategori

Selain itu, ada siswa MTs 8 Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah, meraih penghargaan Best Performance Award pada ajang World Robot Games di Thailand.

" Dalam event ini banyak pula siswa sekolah umum. Di Kota Manado yang dikenal penuh toleransi ini marilah kita mulai babak baru kompetisi yang juga mengedepankan kolaborasi untuk membangun negeri,” ucap dia.

 Menag Lukman membuka acara

Kompetisi ini digelar pada 16-21 September 2019. Semua cabang perlombaan dilaksanakan dilaksanakan di IAIN Manado.

Sebanyak 550 siswa dari 34 provinsi di Indonesia akan memperebutkan tropi penghargaan di delapan kelas yang dipertandingkan.

2 dari 6 halaman

Robot Pemilah Telur Siswa Madrasah Yogyakarta Jadi Juara Dunia

Dream - Dua siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Yogyakarta, Abizaed Rahadiyan dan Ammarsatya Esza, mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Mereka baru saja mempersembahkan medali emas dalam International Robotic Competition yang digelar di International Islamic University Malaysia.

" Alhamdulillah Abizard dan Ammarsatya berhasil mengharumkan MAN 1 Yogyakarta, Kanwil Kemenag DIY, dan madrasah Indonesia pada umum. Semoga bisa menjadi jalan kesuksesan untuk siswa yang telah berprestasi tersebut," kata Kepala MAN 1 Yogyakarta, Wiranto Prasetyahadi, dikutip dari laman resmi Kemenag, Senin 16 September 2019.

 Robot Pemilah Telur Siswa Madrasah Juara di Malaysia

Wiranto mengatakan, deretan prestasi ditingkat nasional maupun internasional membuktikan bahwa siswa madrasah tidak kalah dengan siswa sekolah umum.

Sementara, Abizard mengatakan bahwa robot rancangannya bersama Esza itu bernama automated egg sorter based on convegor and light sensor, robot yang berfungsi menyortir telur segar dan busuk berbasis cahaya.

" Melalui robot ini, akan memudahkan dalam memilah dan membedakan antara telur segar dan telur busuk," kata dia.

Ide awal pembuatan robot itu ketika Abizard berkunjung ke salah satu peternakan ayam petelur. Di sana, dia melihat karyawan memilah telur dengan cara manual, yakni melihat satu persatu telur dengan bantuan cahaya.

" Belajar dari kesulitan tersebut, kami lantas mempunyai gagasan dan ide bagaimana cara membantu para peternak agar mempermudah memilah dan membedakan telur yang masih segar dan telur yang sudah busuk," ucap dia.

3 dari 6 halaman

Gelar Kompetisi Sains Madrasah, Kemenag Harapkan Lahir Ilmuwan Muda

 Gelar Kompetisi Sains Madrasah, Kemenag Harap Lahir Banyak ilmuwan Muda

Dream - Kementerian Agama (Kemenag) kembali menggelar Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat nasional. Kali ini, KSM ke-8 digelar di IAIN Manado, Sulawesi Utara pada 16-21 September 2019.

" Pesertanya dari tingkat MI, MTS dan MA baik negeri dan swasta," ujar Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag, Kamaruddin Amin di kantornya, Jakarta, Jumta 13 September 2019.

Kemenag juga mengundang peserta dari sekolah umum, SD, SMP dan SMA dari lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mengikuti kompetisi tersebut

Kompetisi ini diikuti sebanyak 550 peserta dari 34 provinsi di Indonesia. Peserta yang merupakan siswa dari madrasah mencapai 490 anak didik dan sekolah umum sebanyak 60 siswa, 

Amin mengharapkan dari ajang KSM ini akan terjaring para ilmuwan muda yang berasal dari siswa madrasah.

" Diharapkan dari lomba ini dilahirkan scientist muda," kata dia.

Mata pelajaran yang dilombakan dalam KSM tahun ini yakni matematika terintegrasi, Sains IPA terintegrasi, IPS terintegrasi, biologi terintegrasi, fisika terintegrasi, kimia terintegrasi, ekonomi terintegrasi dan geografi terintegrasi.

Dalam kesempatan itu, Kemenag juga menggelar kegiatan Madrasah Young Reserch Camp. Di ajang tersebut, para siswa akan memamerkan hasil riset di bidang sains, sosial, dan ilmu keagamaan.

Menurut Amin, akan ada 54 judul penelitian dari 1018 proposal yang mengirimkan penelitiannya yang akan memamerkanhasil risetnya.

4 dari 6 halaman

Sengaja Undang Siswa Sekolah Umum

Direktur Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah, Ahmad Umar mengatakan, diundangnya siswa dari sekolah umum bertujuan agar siswa madrasah bisa berkompetisi secara sportif.

Selain itu, tambah Ahmad, Kemendikbud juga seharusnya bisa bersikap demikian untuk mengundang siswa madrasah mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN). Sebab, selama ini siswa madrasah kesulitan ketika hendak mengkuti OSN yang diselenggarakan Kemendikbud.

" Memang ada anak madrasah yang ikut OSN, tapi itu susah payah minta-mintanya. Ada yang juara di Kabupaten, nggak bisa masuk ke provinsi," kata Ahmad.

5 dari 6 halaman

Siswi Madrasah Juara Kompetisi Robot Dunia, Idenya dari Mal

Dream - Salma Sonia Jneina Sagiri, membuat Indonesia berbangga. Siswi kelas XII IPA 2 Boarding School Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta meraih medali emas di ajang World Robot Games 2019 di Bangkok, Thailand, untuk kategori Innovative Robot Extreme.

Robot yang diberi nama Smart Bin in the Mall ini mengantarkan Salma menuju panggung juara tertinggi kompetisi itu. Salma menjelaskan, robot yang dia ciptakan terinspirasi dari kebiasaan pengunjung pusat perbelanjaan atau mal yang jarang mau membuang sampah pada tempatnya.

" Banyak alasan yang disampaikan. Mulai dari malas, takut kotor, dan sebagainya. Robot ini hadir untuk mengatasi hal tersebut," ujar Salma, dikutip dari jateng.kemenag.go.id.

Salma merancang robotnya untuk memudahkan masyarakat yang ingin buang sampah tanpa perlu bersentuhan dengan tempat sampah. Robot itu dibekali sensor sehingga bisa membuka dan menutup tutup tempat sampah.

Kemudian, robot tidak akan membuka tutup secara otomatis jika sampah yang ditampung sudah penuh. Sehingga, sampah harus dibuang lebih dulu agar robot buatan Salma bisa normal beroperasi.

 

6 dari 6 halaman

Pukau Dewan Juri

Robot ini dirancang dengan konsep ramah lingkungan. Selain itu, biaya pembuatan robot ini tidaklah mahal.

Presentasi Salma mampu memukau para juri yang berasal dari berbagai kalangan. Salmapun diganjar emas, mengalahkan ribuan peserta dari negara-negara lain.

Kepala MAN 1 Surakarta, Slamet Budiyono, mengaku bangga dengan prestasi yang diraih Salma. Dia menyatakan capaian tersebut sejalan dengan misi MAN 1 Surakarta untuk Go International.

" Alhamdulillah akhirnya kita bisa go international dan sudah dimulai dari lomba robotik di Thailand," ujar Slamet.

Slamet mengatakan pihak sekolah dan para guru selalu mendorong para siswa untuk berkarya. Terutama berani terjun ke kancah dunia.

" Saya sangat mendorong siswa siswi MAN 1 Surakarta untuk berani berpikir global dan bukan hanya lokal. Termasuk mengikuti lomba juga harus berani tampil di tingkat global," kata dia.

Beri Komentar
Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting