Jokowi: Water Bombing Digelar dengan 52 Pesawat

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 17 September 2019 16:03
Jokowi: Water Bombing Digelar dengan 52 Pesawat
Water bombing sudah dilakukan di lokasi kebakaran.

Dream - Kebakaran hutan dan asap terus terjadi di beberapa wilayah di Indonesia seperti Riau dan Kalimantan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun langsung mengingatkan seluruh pihak untuk tak melakukan pembakaran lahan gambut atau hutan.

" Bagi para pelaku, baik korporasi maupun individu, akan dilakukan tindakan penegakan hukum tanpa pandang bulu," ujar Jokowi dalam unggahannya di Instagram, Selasa, 17 September 2019.

Jokowi mengatakan, pemerintah terus melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Riau. Sebanyak 5.600 personel tambahan sudah tiba di Riau.

" Water bombing sudah digelar di lokasi kebakaran dengan mengerahkan sedikitnya 52 pesawat," ungkap Presiden.

Jokowi mengatakan, sempat meninjau kesiapan operasional pesawat penyemai yang akan membuat hujan buatan di lapangan. Dia menyatakan, segala upaya telah dilakukan pemerintah untuk menghentikan kebakaran hutan dan lahan di Riau dan sekitarnya.

 Unggahan Jokowi

" Akan tetapi, yang paling benar adalah pencegahan sebelum kejadian. Satu titik api muncul, langsung dipadamkan sebelum menjadi ratusan titik api," pesannya. (mut)

 

1 dari 5 halaman

288 Orang dan 5 Perusahaan Jadi Tersangka Pembakaran Hutan

Dream - Kebakaran hutan dan lahan (karhutala) di Sumatera dan Kalimantan menjadi bencana yang menyengsarakan warga. Kualitas udara di dua pulau itu masuk dalam kategori berbahaya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan, polisi telah menetapkan 288 tersangka dan lima korporasi dalam kasus karhutala.

 4 Provinsi Siaga-Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan

" Jumlah laporan ada 196, tersangka 288 dan 5 korporasi," ujar Dedi, Selasa 17 September 2019.

Wilayah yang paling parah mengalami karhutala berada Provinsi Riau dengan luas lahan dan hutan yang terbakar mencapai 504.755 hektar.

Selain itu, wilayah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan lainnya berada di Kalimantan Tengah, kemudian Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

" Total yang terbakar 2.777,85 hektar," kata dia.

Pemerintah pusat dan daerah bersama Badan Penaggulangan Bencana Nasional (BNPB), beserta relawan masih terus melakukan upaya pemadaman.

2 dari 5 halaman

Jokowi Sholat Istisqa Sebelum Tinjau Kebakaran Hutan di Riau

Dream - Jokowi melaksanakan sholat minta hujan (istisqo) di Masjid Amrulloh, Kompleks TNI Angkatan udara, Lanud RSN, Pekanbaru, Riau, Selasa 17 September 2019. Pelaksanaan sholat tersebut menjadi salah satu upaya untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui sisi religi.

Menurut Pelaksana Tugas. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, Jokowi dan rombongan tiba di masjid pukul 07.30 WIB.

Agus menyebut, khatib sholat tersebut, Muhammad Fahri, mengajak kepada seluruh jemaah yang hadir agar bersama-sama intropeksi diri seperti yang sudah dijalankan sebagaimana fungsi khalifah dalam pemeliharaan tumbuhan dan hewan.

 Peserta sholat menggunakan masker

Peserta sholat menggunakan masker

Dalam khotbah singkat tersebut, Fahri menjelaskan kisah Umar Bin Khatab saat meminta hujan. Catatan sejarah itu dapat dijadikan inspirasi dan contoh yang baik agar hujan dapat segera turun.

Usai melaksanakan sholat, kata Agus, Jokowi bersama rombongan segera menuju pangkalan udara TNI AU untuk meninjau karhutla di Kabupaten Pelalawan menggunakan helikopter kepresidenan.

3 dari 5 halaman

Kebakaran Hutan di Kalimanan Dipicu Kebakaran di Australia?

Dream - Kebakaran hutan dan asap tebal di Kalimantan kemungkinan dipicu kebakaran hutan di Australia.

Direktur Jenderal Pengendalian perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Ruandha Agung Sugardiman mengatakan, kondisi El Nino saat ini normal. Tapi, karena kebakaran di Australia, anginnya sekarang dari tenggara ke barat laut.

" Nah, sehingga udara kering dari Malaysia itu menambah potensi terjadinya kebakaran," ujar Ruandha, dilaporkan Liputan6.com, Senin, 16 September 2019.

 99 Persen Kebakaran Hutan dan Lahan Disebabkan Ulah Manusia

Ruandha menjelaskan, udara di Indonesia saat ini sedang kering. Walhasil, kondisi hutan rentan dengan api.

Yang menjadi kendala, kata Ruandha, biomassa rentan terbakar yaitu hutan-hutan gambut.

Kondisi inilah yang menyebabkan asap di Kalimantan semakin tebal. Sebab partikel-partikel gambut mudah terbakar dan sulit dipadamkan.

4 dari 5 halaman

Kebakaran Hutan di luar Wilayah Sawit

Meski begitu, kebakaran hutan yang terjadi saat ini dinilainya tak lebih parah dibanding tahun lalu.

" Kalau menurut catatan kami masih hampir sama ya, tapi mudah-mudahan tidak melebihi tahun lalu," tutur Ruandha.

" Sekarang yang cukup besar kebakarannya itu di Riau, di Kalbar sudah mulai menurun, yang masih tinggi ini di Kalimantan Tengah. Oleh karena itu kita perlu waspada di sana," lanjut dia.

 Sebaran kebakaran hutan  Kebakaran hutan

Sementara itu, laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diterima kepolisian, kebakaran di Provinsi Riau, memiliki kejanggalan.

Salah satu kejanggalan yang terlihat yaitu, area yang kebakar hanya hutan saja. Sedangkan area kebun sawit dan tanaman lainnya tidak terbakar.

Berdasarkan data hasil analisis dari situs Global Forest Watch, sejak 1 Agustus hingga 14 September 2019, titik api terjadi di luar konsesi hutan industri. " 85 persen areal kebakaran diluar konsesi sawit," kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo.

5 dari 5 halaman

Jokowi Ancam Copot Pangdam & Kapolda yang Tak Becus Atasi Kebakaran Hutan

Dream - Jokowi mengancam akan mencopot Kapolda dan Pangdam yang tak mampu mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dia tak ingin peristiwa karhutla 2015 terulang kembali.

" Aturan main kita tetap masih sama, saya ingatkan kepada Pangdam, Danrem, Kapolda, Kapolres, aturan yang saya sampaikan 2015 masih berlaku (copot jabatan jika tak bisa atasi karhutla)," kata Jokowi, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 6 Agustus 2019.

Presiden bernama lengkap Joko Widodo ini mengaku telah menelepon Panglima TNI dan Kapolri mengenai kebakaran hutan dan lahan. Dia menyinggung, kebakaran hutan dan lahan pada 2015 telah mengakibatkan kerugian hingga Rp221 triliun.

 Kondisi lahan yang terancam kebakaran hutan

Dibandingkan 2015, kebakaran hutan tahun ini menurun 81 persen. Tetapi, dibanding 2018, tahun ini mengalami kenaikan. " Harusnya ini tiap tahun turun, menghilangkan total," kata dia.

Jokowi meminta pemerintah daerah berkomunikasi dengan Kapolda dan Pangdam untuk menangani kebakaran hutan serta pencegahannya.

" Api sekecil apa pun segera padamkan. Kerugian gede sekali kalau kita hitung. Jangan sampai ada yang namanya status siaga darurat, jangan sampai," ucap dia.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

Beri Komentar
Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi