Shahla Yasini, Peselancar Wanita Pertama Iran

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 17 September 2019 10:00
Shahla Yasini, Peselancar Wanita Pertama Iran
Ditemukan seorang fotografi.

Dream - Shahla Yasini menjadi salah satu peselancar perempuan pertama di Iran. Dia memecahkan hambatan di salah satu wilayah paling konservatif Negeri Para Mullah itu.

Yasini berasal dari desa kecil di ujung selatan Iran, Ramin. Desa ini hanya beberapa mil jauhnya dari Kota Chabahar.

Wilayah ini dikenal sebagai 'perampasan' sosialnya yang luas. Tetapi, hanya di kota ini warga Iran dapat mengembangkan potensi untuk berselancar.

Hampir di seluruh Timur Tengah, sebagian besar olah raga didominasi pria. Terlebih lagi Iran. Nyaris, tidak ada olah raga wanita yang pernah disiarkan di televisi.

Terlepas dari tradisi konservatif ini, Yasini memilih untuk memecahkan hambatan. Yasini menjadi pelopor untuk dunia selancar di Iran.

Dia mendorong banyak perhatian banyak orang. Itulah sebabnya, fotografer Italia, Giulia Frigieri, mengabadikannya dalam karya berjudul Surfing Iran.

 Peselancar Iran

1 dari 3 halaman

Tawaran Rokok

Giulia pertama kali mendengar tentang desa Ramin melalui proyek Waves Of Freedom Easkey Britton. Surfer Irlandia telah mendirikan klub selancar nasional pertama.

Setelah perjalanan ke Iran pada 2014, Frigieri memutuskan untuk pergi misi untuk melawan kesalahpahaman tentang negara Timur Tengah.

“ Saya menemukan negara yang sama sekali berbeda dari yang digambarkan di media,” kata Giulia, dikutip dari mvslim.com, Senin 16 September 2019.

Giulia menyaksikan adegan peselancar Iran itu dengan cermat. Kesan pertamanya, yaitu mendapat tawaran rokok dari Yasini.

 

2 dari 3 halaman

Sulitnya Kondisi...

“ Pada suatu saat dia menawari saya sebatang rokok. Saya yakin itu tidak terlihat bagus bagi seorang wanita untuk merokok di tempat umum, dan dia mulai menertawakan komentar canggung saya,” kata dia.

Yasini mengatakan, berselancar di Iran tidak mudah. Terlepas dari kurangnya pakaian olahraga, wilayah Baluchistan sangat konservatif. Meskipun begitu, semangat berani Yasini terus menunjukkan sepanjang perjalanan Giulia.

“ Kurangnya kebebasan bergerak membuat wanita tidak bisa bergerak cepat dan merasa nyaman di air,” ujar Yasini.

“ Saya dan wanita lain yang terlibat selancar harus menghadapi dan berjuang melawan (situasi ini),” kata dia.

3 dari 3 halaman

Iran: Kami Bisa Hancurkan Israel Kurang dari 8 Menit!

Dream - Komandan militer senior Iran, Ahmad Karimpour, mengklaim negaranya bisa menghancurkan Israel hanya dalam hitungan delapan menit. Pasukan Garda Revolusi bisa melakukan serangan kapan pun diperintahkan oleh pemimpin tertinggi.

" Jika Pemimpin Tertinggi memerintahkan untuk eksekusi, dengan kemampuan dan peralatan yang kami miliki, kami akan meruntuhkan rezim Zionis kurang dari delapan menit," ujar Ahmad Karimpour, dikutip Dream dari Al Arabiya, Selasa 24 Mei 2016.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, memang berkali-kali mengancam membuat binasa Israel. Pada September tahun lalu, pemimpin berusia 76 tahun ini menyatakan negeri Israel akan musnah dalam rentang 25 tahun mendatang.

Presiden Iran saat ini, Hassan Rowhani, merupakan representasi dari kelompok moderat. Dia cenderung melontarkan pernyataan-pernyataan yang tidak terlalu keras. Meski demikian, Rowhani mendukung program rudal Iran.

Awal bulan ini, militer Iran mengklaim sukses menguji coba rudal balistik kendali dengn jangkauan 2.000 kilometer. Rudal itu mampu menjangkau hingga wilayah Israel.

Meski pada Juli silam Iran menandatangani perjanjian dengan enam negara untuk menahan program nuklir agar sanksi ekonominya dicabut, pengembangan rudal tak termasuk di dalamnya.

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik