Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pakar Teknologi Informatika (IT) Institut Teknologi Bandung (ITB), Hermansyah, menjadi korban pembacokan oleh orang tidak dikenal. Insiden ini terjadi saat Hermansyah mengendarai mobilnya di Tol Jagorawi KM 6 dari Jakarta Menuju Depok, Jawa Barat.
Kapolresta Depok, Kombes Pol Herry Heryawan, membenarkan kejadian tersebut.
" Iya benar, saat ini kita sedang olah tempat kejadian perkara (TKP)," kata Herry saat dikonfirmasi, Minggu, 9 Juli 2017.
Kejadian itu bermula ketika Hermansyah tengah melintas di Tol Jagorawi KM 6 bersama istrinya, beriringan dengan mobil adiknya. Mobil Hermansyah berada di belakang mobil yang ugal-ugalan dengan laju zig-zag.
Mobil ugal-ugalan itu lalu mengambil posisi sejajar dan mengenggol mobil Hermansyah. Tanpa berpikir panjang, Hermansyah kemudian mengejar mobil yang sempat menyenggolnya itu.
Hermansyah​ kemudian menghentikan mobil itu. Saat turun dari mobil, Hermansyah​ dikepung lima orang pelaku dari dua mobil berbeda.
Para pelaku lantas menyerang Hermansyah dengan senjata tajam. Akibatnya, Hermansyah​ mengalami luka parah di leher dan beberapa bagian tubuhnya.
Tak hanya itu, mobil Toyota Avanza berwarna putih yang dikendarainya berlumuran darah.
Melihat suaminya bersimbah darah, istri Hermansyah​ langsung membawanya ke Rumah Sakit Hermina Depok. Saat ini, Hermansyah​ tengah menjalani perawatan intensif.
Hermansyah diketahui merupakan saksi ahli dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI). Atas penyerangan ini, Kuasa Hukum GNPF MUI Kapitra Ampera menyatakan protes.
" Iya dia (Hermansyah) saksi ahli GNPF MUI kita protes keras atas kejadian ini," kata Kapitra.
Sekedar informasi, dalam acara di salah satu stasiun televisi, Hermansyah sempat menyebut kasus percakapan berkonten pornografi dalam aplikasi WhatsApp antara Habib Rizieq Shihab dan Firza Husein diduga palsu. Selain itu, dia juga mengatakan foto-foto tanpa busana Firza telah direkayasa oleh seorang editor foto amatir.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya