Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ketika Ada Pasien Yang Kritis Di Rumah Sakit, Alangkah Baiknya Keluarga Memberi Dukungan, Bukan Justu Berebut Warisan.
Dream - Di saat kritis, tak ada yang diharapkan oleh pasien yang sakit parah, kecuali melihat orang-orang tersayang bersamanya. Dia memerlukan dukungan dari orang-orang tersayangnya di saat-saat terakhir.
Tapi, jangan salah, ada saja bagian keluarga--entah kakak atau adik--yang memanfaatkan kondisi ini untuk berebut warisan, padahal pasien belum meninggal.
Hal ini sudah dibuktikan sendiri oleh seorang dokter yang jengah melihat perilaku kerabat pasien.
Dilansir dari Ohbulan, Minggu 11 Desember 2016, kisah ini dibagikan oleh seorang dokter bernama Hana Hadzrami. Hana bercerita, ruang UGD sempat dihebohkan dengan pertengkaran di antara keluara pasien. Sayangnya, rebutannya bukan rebutan untuk menjaga pasien.
" Bukan berebut ingin menjaga, tetapi berebut uang warisan," kata dia dilansir dalam akun Facebook bernama Hana Hadrazmi.
© Dream
Hana juga menyesalkan sikap keluarga pasien yang memperebutkan untuk bisa mencairkan dana tersebut atau malah menukarkan nama dengan berebut minta cap jari pasien. Bahkan, mereka juga tak segan meminta dokter untuk memuluskan rencana mereka. Tingkah ini yang membuat dokter tersebut kesal.
" Kami ini tidak hanya memegang amanah nyawa, malah juga pegang amanah harta pasien juga!! Dunia oh dunia!!)" kata dia.
Hana melanjutkan peristiwa itu mengingatkannya kepada seorang pasien kanker payudara. Pasien wanita yang notabene adalah seorang guru ini, sangat memperhatikan betul kankernya. Dia rutin berkonsultasi ke dokter.
© Dream
Tapi, apa selanjutnya? Sang suami memintanya untuk berhenti ke dokter dan mencoba pengobatan alternatif.
" Dia meninggal dunia beberapa bulan kemudian dalam keadaan sangat tersiksa," kata Hana.
Ada batu di balik udang. Beberapa hari setelah kematian sang istri, sang suami pun tersenyum dan pergi ke sekolah tempat istri mengajar untuk mencairkan uang pensiun istri.
" Pantas dia menghalang-halangi. Ada udang di balik batu rupanya," kata dia.
© Dream
Meskipun demikian, Hana mengatakan tidak semua cinta itu palsu. Dia mengatakan ada seorang suami pasien yang selalu datang membesuk sang istri ketika belahan jiwanya dirawat di rumah sakit. Setiap kali datang, lelaki itu terlihat tergesa-gesa. Ketika ditanya alasannya terburu-buru, rupanya sang pria itu meninggalkan sang anak berusia 3 tahun di rumah.
" Ditinggalkan anak itu dengan makanan secukupnya dengan tawakal penuh di dada," kata dia.
Hana mengatakan pria tersebut tidak bekerja sejak istrinya sakit. Pria tersebut tidak bisa mengharapkan keluarganya karena dia telah dibuang karena berpindah keyakinan untuk menikah dengan sang istri.
" Air mata menitik ketika mendengar ceritanya. Itulah kehidupan. Kadang-kadang orang yang kita sayangi, berebut harta kita," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya