Pemerintah Teliti Varian Baru SARS-CoV-2 yang Muncul di Inggris

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 23 Desember 2020 09:01
Pemerintah Teliti Varian Baru SARS-CoV-2 yang Muncul di Inggris
Hasil pengkajian digunakan untuk menentukan langkah penanganan.

Dream - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, memeastikan pemerintah terus memantau perkembangan varian terbaru virus SARS-CoV-2 yang muncul di Inggris. Varian itu disebut memiliki kemampuan menular 70 persen lebih cepat dibanding virus sebelumnya.

" Varian Covid-19 yang baru ini akan dikaji dan dianalisis genetik sekuensnya atau urutan genetikanya untuk diambil langkah-langkah oleh pemerintah berdasarkan bukti ilmiah," ujar Wiku dalam konferensi pers disiarkan channel YouTube Sekretariat Presiden.

Wiku mengatakan Pemerintah akan memperkuat surveillance dengan terus memonitor perkembangan virus yang sangat dinamis.

 

 

1 dari 3 halaman

Ingatkan Disiplin 3M dan 3T

Terlepas dari itu, Pemerintah terus meminta masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.

" Protokol kesehatan merupakan upaya pencegahan yang penting dan mudah dilakukan sehingga kita dapat melindungi diri sendiri dan orang terdekat dari Covid-19," ucap Wiku.

Tak hanya itu, Wiku meminta pemerintah daerah terus memasifkan protokol 3T dengan tracing, testing, dan treatment. Langkah ini dinilai efektif untuk mendeteksi kasus Covid-19 lebih dini.

" 3T ini penting sehingga deteksi dini dapat dilakukan kepada masyarakat dan kontak eratnya yang positif Covid-19 dan dapat segera memperoleh penanganan yang baik dan sesuai standar untuk meningkatkan peluang kesembuhan," kata dia.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 3 halaman

Viral Vaksin Covid-19 Pfizer Berbentuk Vape? Cek Faktanya

Dream - Vaksin Covid-19 saat ini sudah dikembang oleh berbagai perusahaan farmasi dunia, salah satunya Pfizer.

Baru-baru ini beredar informasi di media sosial tentang bentuk vaksin milik perusahaan asal Amerika Serikat itu. Disebut-sebut, vaksin Covid-19 Pfizer akan berbentuk vape atau rokok elektrik. Isu tersebut viral.

Akun Facebook Austin Sidney Palmer mengunggah bentuk vaksin Pfizer pada 21 Desember 2020 lalu.

Dalam unggahannya, terdapat vape yang masih dibungkus dengan logo dan kemasan mirip Pfizer. Di kemannya juga terdapat tulisan Coronavirus Vaccine Covid-19 dan Vaporizer Catridge.

Di bawah kemasan juga terdapat tulisan single dose dan made in China. Ia juga menambahkan narasi dalam postingan itu " seems legit" atau dalam bahasa Indonesia " sepertinya asli" .

Lalu benarkah vaksin Covid-19 buatan Pfizer juga mengeluarkan dalam bentuk vape atau rokok elektrik?

3 dari 3 halaman

Cek Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan mengunjungi laman National Health Services (NHS) atau layanan kesehatan masyarakat di Inggris Raya. Dalam keterangan di websitenya, Inggris sejauh ini melakukan vaksinasi yang berasal dari Pfizer dan BioNTech.

Sejauh ini sudah ribuan orang yang divaksinasi dan sangat jarang yang melaporkan masalah efek samping serius. Komplikasi jangka panjang juga tidak ada yang melaporkan.

Selain itu vaksin covid-19 buatan Pfizer diberikan dengan penyuntikan di bagian atas lengan. Vaksin ini diberikan dalam dua dosis dengan jarak 21 hari.

Terkait dengan asal pembuatan, dalam websitenya Pfizer menjelaskan bahwa mereka memproduksi vaksin covid-19 di tiga negara yakni di AS, Jerman, dan juga Belgia.

Dilansir Reuters Fact Check, Pfizer melalui email juga mengonfirmasi bahwa vaksin Covid-19 dalam bentuk vape adalah palsu.

Kesimpulan

Postingan yang menyebut vaksin covid-19 buatan Pfizer ada yang berbentuk vape adalah hoaks.

Beri Komentar