Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Vaksin Moderna (Foto: Shutterstock)
Dream - Kabar baik bagi warga DKI Jakarta yang belum sama sekali mendapat vaksin Covid-19. Pemerintah provinsi DKI Jakarta akan memberikan vaksin Moderna kepada masyarakat umum.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti. Vaksin Moderna akan diberikan pada masyarakat umum yang belum pernah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis 1 dan 2, serta tidak ada booster.
" Vaksin Covid-19 Moderna diberikan untuk masyarakat yang tidak dapat menggunakan vaksin Astra Zenecca dan Sinovac berdasarkan surat keterangan dokter yang berpraktek di fasilitas kesehatan (FKTP/FKRTL) manapun (tidak harus BPJS) dan surat tersebut diarsipkan oleh fasilitas kesehatan penyuntik," kata Widyastuti dikutip dari liputan6.com, Selasa 17 Agustus 2021.
" Perlu kami tekankan bahwa tidak ada vaksin Moderna booster dosis 3 untuk masyarakat umum, selain untuk SDM Kesehatan," sambungnya.
Menurut penjelasan Widyastuti, vaksin Moderna hanya diberikan pada warga dengan KTP atau domisili Jakarta.
" Dibuktikan dengan surat domisili yang dikeluarkan minimal oleh RT setempat dan surat tersebut diarsipkan oleh fasilitas kesehatan penyuntik," ujarnya.
Pemberian vaksinasi dilakukan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan milik pemerintah dan swasta yang memiliki dokter penyakit dalam serta konsultan alergi imunologi per tanggal 17 Agustus 2021.
Berikut ini daftar Fasilitas Pelayanan Kesehatan di DKI Jakarta yang akan melayani pemberian vaksin Covid-19 Moderna:
1. Jakarta Pusat
RSUP Cipto Mangunkusumo
RSPAD Gatot Subroto
RSUD Tarakan
RS St. Carolus
RS Abdi Waluyo
PPKP Balai Kota DKI Jakarta
Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai
Puskesmas Kecamatan Menteng
2. Jakarta Utara
RSUD Koja
RSUD Cilincing
RSUD Pademangan
RS Mitra Keluarga Kelapa Gading
Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok
3. Jakarta Barat
RS Dharmais
RSUD Cengkareng
RSUD Taman Sari
RSUD Kalideres
RS Pelni
Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan
RSUP Fatmawati
RSUD Pasar Minggu
RSUD Pesanggrahan
RSUD Mampang Prapatan
RS Mayapada Lebak Bulus
RS Pondok Indah
RS Medistra
RS MMC
RSIA Brawijaya
Puskesmas Kecamatan Setiabudi
5. Jakarta Timur
RS Polri Said Sukamto
RSUD Budhi Asih
RSUD Pasar Rebo
RSU Adhyaksa
RSUD Kramat Jati
RS Antam Medika
Puskesmas Kecamatan Kramat Jati
Dream - Kementerian Kesehatan menegaskan vaksin Moderna yang sudah disebar ke 34 provinsi di Indonesia hanya diberikan sebagai booster untuk tenaga kesehatan. Masyarakat umum bisa saja menerima suntikan Moderna dengan syarat belum pernah menerima vaksinasi dan bukan untuk booster.
" Kami tekankan sekali, sampai saat ini Pemerintah memberikan vaksinasi booster hanya ditujukan untuk tenaga kesehatan, yaitu mencakup asisten tenaga kesehatan dan tenaga penunjang yang ada di fasilitas kesehatan," ujar Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi.
Dokter Cantik Unggah Sepinya RS dari Pasien Covid-19: Kado Terindah HUT RI ke-76
Nadia mengatakan jika ada Nakes yang belum masuk dalam kelompok vaksinasi dapat mengirimkan email ke PeduliLindungi. Kemenkes akan segera melakukan perbaikan data.
" Kita ingin memberikan proteksi tambahan kepada nakes dengan vaksinasi booster," kata dia.
Sementara untuk masyarakat umum, vaksin Moderna diberikan kepada yang belum mendapatkan vaksinasi sama sekali. Dia meminta tidak ada masyarakat yang memanfaatkan vaksin Moderna sebagai booster, mengingat masih banyak orang yang belum mendapatkan vaksin.
" Kami juga menyampaikan, vaksin Moderna bisa digunakan, tetapi untuk diberikan kepada masyarakat yang masih menunggu diberikan vaksinasi dosis pertama dan kedua," ucap Nadia.
Ekspresi Jerinx Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama, Sampai Tutup Mata
Lebih lanjut, Nadia mengungkapkan kunci pandemi bisa terkendali yaitu dengan memperbanyak penerima vaksinasi. Sehingga perlu dilakukan percepatan dalam pelaksanaan vaksinasi.
" Kita tetap tidak akan terhindar dari penularan virus Corona maupun varian Corona baru kalau belum mendapatkan proteksi dari vaksinasi. Harapannya, tidak ada pihak yang menyalahgunakan jadi booster," kata dia, dikutip dari Liputan6.com.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya