Pengacara: Status Terlapor Buni Yani Bisa Gugur

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 18 November 2016 17:10
Pengacara: Status Terlapor Buni Yani Bisa Gugur
Alasannya, polisi telah menetapkan Basuki T Purnama sebagai tersangka kasus penistaan agama.

Dream - Pengacara Buni Yani, Aldwin Rahardian, menilai status kliennya yang menjadi terlapor dapat gugur setelah Polda Metri Jaya menetapkan calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama.

" Kalau saya memandang pribadi dan sebagai kuasa hukum, dengan Pak Ahok tersangka secara tidak langsung tuduhan terhadap pak Buni itu terbantahkan, kan jelas, Pak Ahok tersangka, ada unsur pidana," kata Aldwin di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 18 November 2016.

Pengunggah rekaman video dugaan penistaan agama oleh Ahok itu dilaporkan oleh Komunitas Muda Ahok-Djarot. Buni dituding telah melakukan tindakan pencemaran nama baik lantaran mengunggah rekaman video tersebut.

Aldwin pun berucap kliennya sebenarnya sedang dizalimi oleh orang-orang yang melaporkannya.

" Karena jelas ini, Pak Buni orang yang didzalimi, ada setting yang kemudian luar biasa sehingga diarahkan Pak Buni ini bersalah," ucap dia.

Aldwin menambahkan, kliennya juga tidak pernah mengubah isi video Ahok yang dianggap telah menistakan Surat Al Maidah Ayat 51.

Keyakinan itu dikarenakan Buni Yani tidak mentranskip, tidak memotong video, dan tidak mengubah isi video.

" Yang pak Buni lakukan menambahkan caption, intisari dan pendapat pribadi jadi jelas nih clear," ungkapnya.(Sah)

1 dari 1 halaman

Polisi: Ahok Tersangka, Aksi Demo Tak Relevan Lagi

Dream - Pada bagian lain, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Kombes Pol Rikwanto menilai dengan adnaya penetapan dan proses hukum terhadap Ahok, rencana aksi demonstrasi ulangan sudah tidak relevan.

Alasannya, papar Rikwanto, tuntutan para peserta aksi demonstrasi 4 November lalu telah dipenuhi.

" Kasusnya sudah diproses, sedang berjalan dan kita bisa secepatnya, jadi kalau ada unjuk rasa lagi sesungguhnya sudah tidak relevan," katanya. 

Rikwanto mengatakan pihaknya tengah bekerja secepat mungkin menyelesaikan berkas perkara. Ini agar berkas tersebut dapat secepatnya dikirim ke Kejaksaan.

" Penyidik dikejar waktu untuk selesaikan berkas perkara pada Kejaksaan," ucap dia.

Meski demikian, Rikwanto mempersilakan masyarakat jika tetap ingin menggelar demonstrasi. Dia berpesan agar demonstrasi tersebut tidak disertai tindakan melanggar hukum.

" Polri tetap menghormati hak asasi manusia, menghormati demokrasi, ada undang-undang yang membolehkan (demonstrasi)," ujar Rikwanto.

Lebih lanjut, Rikwanto menyarankan masyarakat lebih baik mengawal kasus tersebut daripada harus ikut demonstrasi.

Beri Komentar