Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Dan Ibu Iriana Jokowi Tiba Di Munich, Jerman, Minggu, 26 Juni 2022 (Foto: Setkab.go.id)
Dream - Pesawat Kepresiden yang digunakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana untuk menghadiri KTT G7 di Munich, Jerman sempat berputar-putar di wilayah udara antara Iran dan Turki. Menggunakan pesawat Garuda Indonesia (GIA-1), kejadian tersebut berlangsung pada Minggu, 26 Juni 2022.
Data penerbangan pesawat kepresidenan itu terekam dalam data Flightradar24 dan dicuitkan oleh Pengamat Penerbangan Gerry Soejatman melalui akun Twitternya @GerryS.
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menjelaskan kondisi pesawat yang berputar di wilayah udara Iran dan Turki itu harus dilakukan karena waktu ketibaan di Munich, Jerman, ternyata lebih cepat dari perkiraan.
" Hal itu berkaitan dengan waktu ketibaan di Munich, Jerman, di mana pesawat GIA-1 diperkirakan tiba lebih cepat dari slot waktu yang disediakan," kata Bey Machmudin dalam keterangan pers, Senin, 27 Juni 2022.
Menurut Bey, pesawat GIA-1 harus berputar terlebih dahulu agar waktu kedatangan sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Dia juga memastikan tindakan yang dilakukan sang pilot untuk melakukan holding sudah mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan.
" Agar kedatangan pesawat GIA-1 sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, pilot melakukan holding guna menyesuaikan waktu ketibaan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan," jelasnya.
Keputusan ini juga sudah dikomunikasikan kepada Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M Tonny Harjono yang menyetujui keputusan pilot.
" Dan hal itu sudah dikomunikasikan dan disetujui Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M Tonny Harjono yang turut serta dalam penerbangan tersebut," tutur Bey.
Informasi soal pesawat GIA-1 Jokowi berputar 360 derajat pertama kali dicuitkan oleh Pengamat Penerbangan Gerry Soejatman melalui akun Twitternya @GerryS pada Minggu 26 Juni 2022. Hal ini disampaikannya usai melihat pantauan situs pelacak penerbangan Flightradar 24.
" OK, can someone tells me what was going on here? It's carrying the #president... things like this raises questions... why the 360 turn? #Indonesia https://t.co/Hc6QlDIkv8," tulis Gerry di akun Twitternya.
Dia lalu menuturkan pesawat Jokowi berputar 360 derajat di sekitar perbatasan Iran dan Turki.
" Posisi pesawat #President #Indonesia #GIA1 ketika mulai berputar 360⁰ kekiri adalah pas sekitar perbatasan Iran dan Turki (approximately di garis kuning)," ucap Gerry.
(Sah, Sumber: Liputan6.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya