Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Danny Williams (v1.sport360.com)
Dream - Danny Williams, merupakan petinju kelahiran 13 Juli 1973 di London, Inggris. Bersama tiga saudaranya, ia dibesarkan di Brixton oleh kedua orangtuanya yang berasal dari kepulauan Karibia di Jamaika.
Perjalanannya menuju Islam diawali saat mendengar kumandang adzan di Turki. Sejak itu dia memilih Islam sebagai agama barunya pada 1999.
Kemampuan Williams di atas ring sempat diragukan banyak pengamat saat naik ring pada 31 Juli 2004 di Freedom Hall di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat. Kala itu, Williams menghadapi Mike Tyson si leher beton. Alih-alih tekuk di bawah tekanan Tyson, Williams berhasil memukul KO Tyson pada ronde keempat.
Setelah itu, ia naik ring lagi pada 11 Desember 2004 untuk bertarung melawan Vitali Klitschko memperebutkan gelar juara dunia. Tapi dia di-KO sang juara dunia kelas berat dalam delapan ronde.
Pada awalnya Williams tidak menikmati tinju dan hanya melakukannya karena desakan ayahnya. Namun akhirnya ia menemukan bahwa olahraga itu adalah jalan hidupnya.
Williams mulai berlatih di gym dari usia delapan tahun. Selama kariernya, dia menggunakan petinju seperti Jersey Joe Walcott, Rocky Marciano dan terutama Muhammad Ali sebagai panutan.
Setelah terjun di tinju profesional, karier Williams melesat tajam dengan gaya tinju orthodox. Namanya semakin berkibar di seluruh dunia saat meng-KO sang legenda, 'Iron' Mike Tyson.
Ketika tidak di atas ring, Williams dikenal sebagai seorang ayah yang dekat dengan keluarga, terutam dua putrinya, Nubia dan Maliha. Dalam " mendamaikan" profesinya yang keras dengan imannya yang lembut, Williams mengatakan, " Aku seorang prajurit di atas ring, tapi di luar, aku pastikan hidupku untuk kebaikan demi Allah."
Williams memutuskan pensiun setelah mengkanvaskan kompatriotnya sesama Inggris, Dominic Negus pada ronde keempat. Negus dikanvaskan dalam sebuah pertarungan tak resmi di London di tahun 2013. Ini adalah pertarungan perpisahan Williams dengan para fansnya.
Sampai saat ini Williams telah bertarung sebanyak 67 kali, menang 45 kali, menang dengan KO 34 kali, dan kalah 21 kali.
(Ism, Berbagai sumber)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya