Milad 107 Tahun Muhammadiyah dan Risalah Iqra Gua Hira

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 19 November 2019 13:00
Milad 107 Tahun Muhammadiyah dan Risalah Iqra Gua Hira
Kecerdasan butan tak bisa mengalahkan kemampuan manusia.

Dream - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, membacakan pidato perayaan ulang tahun ke-107 Muhammadiyah. Dalam pidato tersebut, dia mengingatkan komitmen Muhammadiyah memberikan kontribusi bagi kemajuan umat, bangsa, dan kemanusiaan.

" Antara lain melalui gerakan mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai bagian dari misi dakwah dan tajdid dalam gerakannya," ujar dia.

Haedar menambahkan, makna mencerdaskan ini sangat luas. Bukan hanya manusia tetapi keseluruhan hidup umatnya, termasuk mencerdaskan akal budi dan perilaku manusia, serta sistem dan lingkungan umat atau bangsa.

" Misi mencerdaskan dimulai dari risalah iqra sebagai wahyu pertama Islam yang dibawa Nabi Muhammad dari Gua Hira. Risalah iqra sungguh revolusioner dan transformasional ketika bangsa Arab kala itu berada dalam sistem dan budaya jahiliyah," ucap dia.

Selain menyinggung peran iqra, Haedar juga menyebut peran kecerdasan buatan. Dia menyebut, manusia diciptakan sebagai sebaik-baiknya ciptaan yang berbeda dengan mahluk lainnya.

" Pada hakikatnya karya teknologi seperti sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan saraf tiruan, dan robotika tidaklah memiliki akal-budi dan kecerdasan “ fitrah” (aqlu-salim, lubb) sebagaimana dimilkki manusia," kata dia.

 

1 dari 5 halaman

Ingatkan Peran Iqra

Haedar mengingatkan, dengan peran membaca dan membangun akhlak mulia, Nabi Muhammad berhasil membebaskan bangsa Arab dari bangsa kejam menjadi bangsa yang berperadaban cerah dan mencerahkan dalam puncak risalah “ al-Madinah al-Munawwarah”. 

" Dari rahim peradaban Madinah itu kemudian Islam berkembang menjadi agama yang membuana dan menciptakan kejayaan peradaban semesta selama berabad-abad di pentas sejarah dunia," kata dia.

Dalam konteks keindonesiaan, Haedar mengingatkan peran untuk mengokokohkan kecerdasan di atas pondasi nilai luhur yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 dan daya hidup bangsa yang menjujung tinggi agama, Pancasila, dan Kebudayaan bangsa.

" Artinya kemajuan Indonesia itu bukan hanya fisik dan lahiriah semata, tetapi harus disertai nilai-nilai bermakna yang bersumber pada agama, Pancasila, dan kebudayaan luhur bangsa," ujar dia.

Pidato lengkap Haedar Nashir dapat diakses di tautan berikut ini.

2 dari 5 halaman

Milad 107 Tahun, Muhammadiyah Perkuat Kualitas SDM Lewat Pendidikan

Dream - Ormas Islam Muhammadiyah kini telah berusia 107 tahun. Dalam usianya yang lebih dari satu abad, Muhammadiyah terus memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia melalui jalur pendidikan

" Pendidikan tersebut dalam prosesnya tidak hanya menekankan pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi sekaligus sebagai proses aktualisasi diri yang mendorong peserta didik untuk memiliki ilmu pengetahuan tinggi dan berkeadaban mulia," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, dalam keterangan tertulisnya, Kamis 14 November 2019.

Dalam perayaan Milad di Seram Bagian Timur, Maluku, Haedar berpesan kepada seluruh anggota Muhammadiyah untuk senantiasa meningkatkan kualitas diri.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Seram Bagian Timur (PDM SBT), Fachri Husni Alkatiri, mengatakan pihaknya saat ini tengah merencanakan pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pariwisata dan Migas.

3 dari 5 halaman

Pengelolaan Kekayaan Alam

Melalui institusi pendidikan tersebut, Fachri berharap kualitas generasi penerus bangsa semakin unggul. Utamanya dalam memanfaatkan sumber daya alam (SDA) di wilayah Seram Bagian Timur.

" Kita ingin SDA Kabupaten SBT dikelola oleh putra daerah. Baik potensi wisatanya maupun kakayaan yang terkandung di perut bumi SBT yang kita ketahui bersama yaitu migas," kata Fachri.

Fachri yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Seram Bagian Timur itu berharap, wilayahnya yang kaya akan minyak dan gas dapat putra daerah untuk kesejahteraan bersama.

" Oleh sebab itu, kita akan bekali putra dan putri Kabupaten SBT melalui SMK Migas," ujar dia.

4 dari 5 halaman

Muhammadiyah: Kurangi Pembicaraan Radikalisme

Dream - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas, meminta semua pihak mengurangi pembicaraan mengenai radikalisme. Dia menekankan hal itu khususnya kepada Pemerintah.

" Kepada pihak pemerintah dan media agar mengurangi dosis pembicaraan tentang radikalisme, karena apa yang ada selama ini terasa sudah melebihi dosis dan proporsinya," ujar Anwar dalam keterangan tertulisnya, Kamis 7 November 2019.

Anwar mengatakan bukan tidak penting membahas isu radikalisme. Tapi, ada hal lain yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah.

" Persoalan yang dihadapi bangsa ini tidak hanya masalah radikalisme, masih banyak persoalan lain yang harus kita perhatikan dan pikirkan," kata dia.

Dia pun merinci sejumlah masalah yang hingga saat ini masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah yaitu di bidang ekonomi, pendidikan, politik. Di antara bidang-bidang itu, Anwar lebih menyoroti sistem pendidikan Indonesia.

5 dari 5 halaman

Soroti Sistem Pendidikan

Menurut Anwar, sistem pendidikan Indonesia belum mampu mencetak generasi bangsa yang dikehendaki Presiden Joko Widodo, yang memiliki karakter Pancasilais.

" Ternyata realitanya masih sangat jauh panggang dari api," ucap dia.

Bahkan pendidikan Indonesia telah menciptakan generasi sekuler jauh dari Tuhan.

" Karena pendidikan yang kita berikan kepada mereka lewat mata ajar yang ada, terputus dan tidak terikat dengan Tuhan," kata dia.

Anwar berpandangan dunia pendidikan Indonesia hendaknya dibenahi. Ini agar mampu mencetak generasi bangsa yang terdidik dan patuh kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara