Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Priscilla Margaretha Mencari Tahu Keberadaan Ibu Kandungnya (Foto: Istimewa)
Dream - Perempuan asal Milan, Italia, Priscillia Margaretha, datang ke Indonesia untuk mencari ibu kandungnya. Dia telah berpisah dengan orangtuanya slama 38 tahun.
Priscillia lahir di Indonesia. Dia diadopsi pasangan suami sitri warga negara Belanda, Jaap Vermeij dan Maud Vermeij van Ossenbruggen.
Kini, bersama suami dan putranya, Priscillia datang dari Milan ke Jakarta untuk mencari ibu kandungnya, Inah.
Untuk mencari tahu informasi ibu kandungnya, Priscillia mendatangi Dinas Sosial DKI Jakarta, Sabtu 23 Desember 2017. Dia mendapat informasi mengenai yayasan yang dulu menampungnya.
" Saya masih mencari Yayasan Mulia Cabang Jakarta untuk mengetahui keberadaan ibu saya. Mungkin mereka punya informasi tentang ibu," ujar Priscillia.
Dalam pencarian ibu kandungnya, Priscilla berbekal `Surat Penyerahan Anak` yang menginformasikan tanggal lahir dan proses persalinannya.

Dari surat tersebut, terlihat Priscilla lahir pada Jumat, 12 Oktober 1979 pukul 23.45 WIB. Persalinannya dibantu bidan Ny. Budi Wahyuni, Jalan Kebon Kacang Gang 31/1, Jakarta Pusat.
Saat melahirkan, Inah berusia 19 tahun. Inah melahirkan tanpa didampingi suami. Waktu itu, Inah yang tinggal di Jalan Ciasem No. 18, Kebayoran, Jakarta Selatan, bekerja sebagai buruh harian.

Dua hari setelah persalinan, Inah menyerahkan bayi Priscilla kepada Budi Wahyuni yang membantu proses persalinannya.
" Waktu itu Ibu menyerahkan saya kepada bidan karena merasa tidak mampu merawat dan membesarkan saya," ujar Priscillia.
Pada 20 Oktober 1979, sang bidan menyerahkan bayi Priscillia kepada Yayasan Mulia Cabang Jakarta yang ditandatangani ketua yayasan itu, M.Y. Rachmat.

Yayasan Mulia beralamat di Jalan Haji Agus Salim No. 57, Jakarta. Tapi, kini sudah tidak ada. Tidak ada satu pun pihak yang bisa memberikan keterangan terkait Yayasan Mulia.
" Saya berharap bisa segera bertemu dengan ibu saya," kata Priscillia.
Di akun Facebook pribadinya, Priscilla mengatakan, sang ibu merupakan perempuan asal Karawang, Jawa Barat.
" Jika pesan ini dapat kau bagikan, aku akan sangat berterima kasih. Mungkin teman-teman, atau kenalan, dapat mengetahui dan membantuku mencari petunjuk lain mengenai keberadaan ibuku," ucap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya