Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
PJ Sekda Makassar Dukung Komitmen DKP Tingkatkan Ketahangan Pangan Berbasis Sumberdaya Lokal Dan Urban Farming
Seiring dengan terus meningkatnya jumlah penduduk di Kota Makassar, kebutuhan akan pangan juga semakin tinggi.
Untuk itu, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar melalui Focus Group Discussion (FGD) berkomitmen untuk terus melakukan pemberdayaan masyarakat demi tercapainya ketahanan pangan di kota ini.
Komitmen tersebut mendapat dukungan penuh dari PJ Sekda Makassar, Firman Hamid Pagarra, yang memimpin jalannya FGD yang dilaksanakan di Ruang Rapat Sekda, Balaikota Makassar, pada Jumat, 26 Juli 2024.
Firman menyebutkan ada tiga hal utama yang dibahas dalam FGD ini, yakni penanggulangan kemiskinan ekstrem, pengendalian inflasi, dan kurangnya lahan pertanian di Makassar.
Ketiga isu ini dianggap sangat penting untuk segera mendapatkan solusi.
“ Kami terkenal dengan program lorong wisata. Lorong-lorong ini disebut oleh Wali Kota sebagai sel-sel kota. Pada periode pertama, lorong-lorong ini dikenal dengan nama lorong garden, kemudian menjadi lorong wisata, dan salah satu program di dalamnya adalah budidaya pangan,” kata Firman.
Firman menambahkan bahwa pemanfaatan ruang terbatas di perkotaan harus dimaksimalkan untuk menghasilkan produksi pangan.
Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, menciptakan kenyamanan hidup di tengah polusi udara perkotaan, dan memberikan sentuhan estetika pada lingkungan sekitar.
Menurut Firman, salah satu langkah untuk meningkatkan produktivitas pangan di perkotaan adalah dengan mengimplementasikan metode urban farming.
“ Urban farming kami dukung untuk memastikan pemenuhan pangan yang merata di Makassar. Penerapan metode ini dilakukan melalui beberapa tahap dan melibatkan koordinasi dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) serta RT/RW setempat,” jelasnya.
Selain tahapan tersebut, program lorong wisata urban farming juga melibatkan masyarakat secara langsung, seperti pembentukan dewan lorong, influencer lokal atau *bassi barania*, serta penguatan peran ketua RT/RW yang ikut berperan menjaga keberlanjutan program lorong wisata.
Melalui FGD ini, Firman berharap forum ini dapat memberikan masukan serta ide-ide konstruktif yang dapat dilaksanakan untuk memperbaiki pengelolaan pangan di Makassar.
Harapannya, hasil yang dicapai dapat dinikmati oleh seluruh warga kota dan berkontribusi dalam menstabilkan inflasi di Makassar.
---
Semoga hasil rewrite ini sesuai dengan yang kamu harapkan! Jika ada yang perlu disesuaikan, beri tahu saya ya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya