Pelaporan Terhadap Kaesang Resmi Distop

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 10 Juli 2017 16:05
Pelaporan Terhadap Kaesang Resmi Distop
Polisi mengatakan tidak terdapat cukup bukti pada laporan tersebut.

Dream - Polisi resmi menghentikan pengusutan pelaporan dugaan ujaran kebencian ditujukan kepada putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep. 

" Sudah, kasus juga sudah dihentikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argi Yuwono di Jakarta, Senin, 10 Juli 2017.

Dia mengatakan laporan yang dibuat Muhammad Hidayat dianggap tidak memenuhi cukup bukti.

" Penyelidikan dihentikan karena tidak cukup bukti," ucap dia.

Selain itu, laporan tersebut juga dianggap tidak memenuhi unsur pidana sesuai dengan yang dituduhkan yakni ujaran kebencian (hate speech).

" Berdasarkan saksi ahli bahasa, pidana dan IT, tidak ada unsur hate speech," ujar dia.

Kabar penghentian laporan itu, kata Argo, nantinya akan diinformasikan kepada Hidayat. (ism) 

1 dari 3 halaman

Buat 60 Laporan Polisi Sebelum Kaesang, Begini Modus Hidayat

Dream - Pelapor Kaesang Pangarep, Muhammad Hidayat, ternyata tak hanya kali ini saja membuat pengaduan ke polisi. Sebelum anak Presiden Joko Widodo itu, ternyata Hidayat telah membuat 60 laporan polisi.

Menurut Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, laporan Hidayat dibuat untuk menakut-nakuti orang atau lembaga tertentu.

" Saya mendapat laporan dari beberapa lembaga, yang bersangkutan itu modusnya seperti itu," kata Setyo di Jakarta, Jumat 7 Juli 2017.

Misalnya, kata Setyo, Hidayat melaporkan sebuah lembaga, kemudian memberitahu telah membuat laporan polisi ke terlapor. Sehingga lembaga atau orang yang dilaporkan itu menjadi takut.

" Dan yang lucu, ditanya saksi siapa? 'Saksi istri saya'. Jadi tiap kali melihat internet, istrinya dipanggil," tambah dia.

Setyo mengimbau kepada siapa saja yang sudah dilaporkan oleh tersangka kasus ujaran kebencian itu, dan mengalami pemerasan, segera melaporkan ke polisi. " Kalau memang ada yang begitu (pemerasan). Laporkan balik," tutur Setyo.

2 dari 3 halaman

Mulan Jameela Sindir Balik Ahmad Dhani yang Komentari Kaesang

Dream - Putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, dilaporkan seorang warga Bekasi, Muhammad Hidayat, ke polisi. Si pelapor menuduh Kaesang menyebarkan ujaran kebencian melalui vlognya.

Kasus ini menarik perhatian banyak orang, termasuk Ahmad Dhani. Musisi ini turut menyindir Kaesang melalui akun Twitter @AHMADDHANIPRAST, dengan menuliskan kalimat, " Telah lahir PEPATAH baru... NDESO TERIAK NDESO. ADP," tulis Dhani pada Rabu, 5 Juli 2017.

Banyak warganet merasa gerah dengan sindiran Dhani kepada Kaesang. Beberapa di antaranya terlihat membela Kaesang, seperti akun @sussy0103 " Mending jd wong ndeso.... Dri pd orang kota gak pnya tata krama... Ngatain presiden dgn kata2 kotor.... sampean ndesooo."

Disusul komentar dari @noona_bigos " #ndeso itu ORANG YG SOK NGURUSIN NEGARA, PADAHAL RUMAH TANGGA NYA SENDIRI berantakan!"

Serta komentar lucu dari @Dedyakeong11 " Hahahaha bukan baru lagi kali Cak... Sdh sepuluh tahun lalu Tukul tenar kan kata NDESO itu.. kemana aja Cak kok baru tau kata NDESO."

Tak hanya para pendukung Kaesang saja yang melancarkan sindiran balik. Sang istri Mulan Jameela belum lama ini ikut menuliskan kata-kata menggelitik di Insta Stories-nya.

Hal itu terungkap setelah tangkapan layar dari Instagram Mulan dibagikan oleh akun gosip.

" Jangan konyol saayyy.. hati2 menggunakan medsos," tulis Mulan.

Banyak orang yang kemudian mengaitkan postingan Mulan itu dengan Tweet suaminya. Mereka menyebut Mulan juga sedang ikut menyindir Dhani.

3 dari 3 halaman

Jokowi Tanggung Biaya Perjalanan Keluarga ke Turki-Jerman

Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak keluarganya dalam perjalanan ke Turki dan Jerman selama 5-9 Juli 2017. Jokowi pun merogoh kocek dari kantongnya sendiri untuk membiayai perjalanan dan akomodasi anggota keluarga dalam perjalanan itu.

Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Kabinet, Bey Machmudin, mengatakan mantan wali kota Solo ini mengajak seluruh keluarga, termasuk satu orang cucunya dalam lawatan ke Turki dan Jerman. Sebelum bertolak, Jokowi pun memberikan arahan kepada Pelaksana Tugas Kepala Sekretariat Presiden, Winata Supriatna, pada Senin 3 Juli 2017.

“ Dalam arahan tersebut, Presiden menegaskan seluruh biaya perjalanan dan akomodasi anggota keluarga Presiden yang turut serta dalam perjalanan ke Turki dan Jerman menjadi tanggungan pribadi Presiden,” kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, dilansir dari setkab.go.id, Senin 10 Juli 2017.

Bey mengatakan anggota keluarga Presiden Jokowi selama penerbangan berada di bagian kompartemen yang selama ini hanya ditujukan bagi Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, sehingga keberadaan mereka tidak mengurangi kapasitas penumpang rombongan resmi Presiden.

Bey mengutip penegasan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno, bahwa sejak awal pemerintahan, Jokowi telah memerintahkan agar dilakukan efisiensi dalam penggunaan anggaran negara termasuk perjalanan dinas Presiden.

“ Perintah Presiden sangat jelas dan tegas untuk efektivitas dan efisiensi. Tidak perlu sewa pesawat walaupun perjalanan sampai ke Amerika Serikat, tim advance yang diperkecil, dan jumlah delegasi yang dibatasi dengan kapasitas pesawat,” kata Pratikno, ditirukan Bey.

Untuk perjalanan jauh seperti ke Amerika Serikat, negara bisa membayar biaya sewa pesawat berbadan besar dari PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero). Mengingat biayanya sangat mahal, Jokowi lebih memilih menggunakan pesawat kepresidenan walaupun harus menambah transit dan waktu tempuh. Kemudian, jumlah delegasi pun dibatasi sesuai dengan kapasitas pesawat kepresidenan yang memuat 42 orang untuk kunjungan ke luar negero. Jumlah ini bukan hanya delegasi inti, tetapi sudah termasuk perangkat kepresidenan lainnya.

“ Jumlah tim advance ke luar negeri juga dikurangi sampai 40 persen dan lebih mengoptimalkan peran Kedutaan Besar Republik Indonesia,” kata dia.(Sah)

Beri Komentar