Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Dream - Pembunuhan Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili dan putranya, M Adi Pradana, menyisakan drama lain. Umur Aulia Kesuma dan KV, ibu dan anak, yang diduga otak pembunuhan sempat mengalami salah pencatatan umur.
Hubungan diragukan karena usia Aulia Kesuma tercatat 35 tahun dan KV berusia 25 tahun.
Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi, mengatakan, Aulia Kesuma sebetulnya lahir pada 1974.
" Ya hubungan AK dan KV adalah keluarga, ibu-anak. Ternyata umur tersangka itu 45 tahun, dia kelahiran 1974. Ada kesalahan pas pendataan," kata Nasriadi, dilaporkan Merdeka.com, Rabu, 28 Agustus 2019.
Aulia Kesuma merupakan istri kedua dari Edi. Pradana merupakan anak tiri tersangka.
Kesalahan lain yang terjadi saat pencatatan dari kepolisian yaitu Kevin sempat disebut bukan anak Aulia. Melainkan adik tirinya.
" Adik tiri dari Aulia. Dari awal nikah, dibawa tinggal di rumah korban (Edi Chandra)," kata Nasriadi.
Kevin sempat tinggal di rumah suami Aulia yakni Edi Chandra. Dalam perjalanan waktu, Kevin tidak cocok dengan Edi Chandra. Dia merasa sakit hati.
" Dalam perjalanan tidak cocok dengan korban. Sakit hati merasa terusir."
Setelah keluar dari rumah Edi Chandra, Kevin tinggal di apartemen yang ada di kawasan Kalibata.
Dream - Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili dan putranya M. Adi Pradana menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh istrinya sendiri, AK. Tak hanya membunuh, AK membakar mayat dua korbannya untuk menghilangkan jejak.
Selain fakta pembunuhan, rupanya ada hal menarik dari korban Pupung Sadili. Dari akun Facebooknya, Pupung merupakan penganut paham bumi datar.
" Kami Founder dan Co Founder Flat Earth 101, mengucapkan : " DIRGAHAYU KEMERDEKAAN BANGSA INDONESIA KE 74," tulis Pupung seperti diakses Dream, Rabu, 28 Agustus 2019.
Selain itu, beberapa pandangannya mengenai bumi datar sering diunggah ke akun Facebooknya. Bahkan, gambar mengenai gerhana yang dikeluarkan NASA dianggap palsu atau bohong oleh Pupung.

Unggahan Pupung (Foto: Facebook)

Unggahan Pupung (Foto: Facebook)
" Gambar kebohongan teori dan asumsi fenomena Gerhana NASA yang diviralkan vs Fakta angka-angka dan gambar eksperimen nyata Fenomena Gerhana yang disembunyikan," kata dia.
Terlepas dari sikapnya yang percaya bumi datar, kematian Pupung telah membuat publik terkejut. Semua orang yang mengenal dan menyayanginya turut kehilangan, terlebih ia dan anaknya pergi dalam keadaan mengenaskan.
Polisi telah menangkap AK sebagai otak pembunuhan sekaligus istri korban, KV anak AK serta A dan S, pembunuh bayaran yang dijanjikan akan diberi imbalan sebesar Rp500 juta.
Dream - Polisi menangkap dua pembunuh bayaran yang menghilangkan nyawa Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili dan putranya M Adi Pradana.
" Iya sudah ditangkap dua orang," kata Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi, kepada Liputan6.com, Rabu, 28 Agustus 2019.
Nasriadi mengatakan, otak pembunuhan dan istri Pupung, AK sebetulnya menyewa empat eksekutor. Tapi, dua orang dari kelompok itu tak ikut.
" Dalam perjalanan mereka (dua orang) dari Kalibata ke rumah korban, kedua eksekutor seperti sakit atau kesurupan. Akhirnya yang dua diantar kembali di suatu tempat," ucap dia.
Nasriadi mengatakan, dua pembunuh bayaran lain tetap melakukan aksinya. Mereka yang melakukan pembunuhan yaitu, Esky dan Adi. " Dua orang itu sudah ditangkap," ujar dia.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyebut, AK mengenal pembunuh bayaran itu dari mantan pembantunya. AK bertanya mengenai kenalan warga asal Lampung.
Usai perbincangan itu, suami dari mantan pembantu itu menghubungi dua orang, S dan A.
" Kemudian oleh tersangka AK ini dijemput di Kalibata, dijemput kemudian dua orang A dan S ini masuk ke mobil," ucap dia.
Sumber: Liputan6.com/Adi Anugrahadi
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun