Siswa SD Karang Cerita Penculikan Karena Belum Mengerjakan PR Matematika

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 28 Agustus 2019 15:01
Siswa SD Karang Cerita Penculikan Karena Belum Mengerjakan PR Matematika
Pengakuan bocah kelas 4 SD itu membuat warga geger. Sampai akhirnya sekolah menemukan cerita itu hanya karangan belaka.

Dream - RAF, siswa kelas 4 di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengegerkan warga. Dia mengaku menjadi korban penculikan ketika berangkat sekolah.

Dikutip dari Liputan6.com, cerita itu disampaikan RAF kepada orangtuanya. Dia mengaku sempat diculik di dekat persawahan Komplek Markas Batalyon Infantri 527 BY saat berangkat sekolah dengan berjalan kaki.

Di tengah jalan, bocah itu mengaku dihadang tiga pria dewasa. Mereka disebut membekap RAF lalu menyeret bocah itu ke dalam mobil.

RAF juga mengaku dipukul di kepala. Tetapi, bocah itu berhasil meloloskan diri dan sembunyi di semak-semak.

Mendengar cerita itu, orangtua RAF mengirim surat permohonan izin tidak masuk sekolah. Surat itu memuat kronologis penculikan sesuai pengakuan bocah itu kepada orangtuanya.

Cerita itu membuat geger warga sekitar. Penyebabnya, orangtua RAF juga mengunggahnya di grup percakapan WhatsApp.

 

1 dari 5 halaman

Ternyata...

Kepala Sekolah bersama beberapa anggota Polres Lumajang lantas melakukan penelusuran mengenai cerita tersebut. Hasilnya, didapati kabar penculikan tersebut ternyata hanya karangan RAF.

Bocah itu mengaku mengarang cerita rekaan penculikan itu karena belum mengerjakan PR Matematika dari guru yang ditakutinya. Agar terhindar dari hukuman, RAF memutuskan mengarang cerita itu.

Mengetahui kejadian sebenarnya, orangtua RAF menyampaikan permohonan maaf kepada tetangga dan wali murid. Sebab, cerita itu sudah kadung tersebar di grup WhatsApp.

 

2 dari 5 halaman

Pesan Polisi

Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban, berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Dia menyatakan peristiwa ini bisa terjadi semata karena kurangnya pengawasan dari orangtua sehingga anak berani melakukan kebohongan.

" Jika hal ini dibiarkan, bisa saja anak tersebut akan terus suka berbohong sampai dewasa nanti. Sangat dibutuhkan peran orangtua dan guru sebagai pendidik untuk mengajarkan budi pekerti tentang kejujuran kepada anak didiknya," kata Arsal.

Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran Cobra, mengatakan kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Menurut dia, tidak ada pihak yang merasa dirugikan atas kejadian ini.

" Orangtua dari anak tersebut telah berjanji di depan kepala sekolah dan juga anggota Polres Lumajang untuk lebih mendidik serta siap bertanggung jawab jika hal serupa muncul di kemudian hari," kata Hasran.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

3 dari 5 halaman

Alasan Bocah SD Ini Telat Start Saat Ujian Lari Bikin Mikir Keras

Dream - Sebuah video lucu lagi-lagi menghebohkan dunia maya. Video itu viral usai diunggah oleh seorang pengguna jejaring sosial Twitter, @hati2dimedsos.

Dalam video berdurasi 26 detik itu, terlihat empat murid SD Negeri Kretek 1 Bondowoso tengah bersiap untuk melakukan ujian olahraga lari.

Keempat murid itu masing-masing mengenakan nomor peserta di dadanya, mulai dari 1 hingga 4.

Setelah mendapat instruksi dari sang guru, merekapun bersiap menempati posisi masing-masing di garis start.

4 dari 5 halaman

1, 2, 3, Lari!

Tak lama, guru ini pun menghitung dari satu sampai tiga lalu kemudian menyuruh mereka untuk berlari. Namun anehnya, hanya tiga murid yang lari. Hanya murid bernomor dada 1, 2, dan 3, yang melesat.

Sementara, satu murid laki-laki dengan nomor dada 4 tetap dalam posisi start. " Eh, Mad, kok kamu tidak lari," tanya gurunya keheranan.

" Kan satu, dua, tiga, yang disuruh lari. Saya kan nomor empat, Pak," jawab bocah ini dengan polosnya.

Mendengar alasan sang murid, guru itupun langsung keheranan.  Ia kemudian menyuruh murid nomor peserta empat ini untuk cepat berlari menyusul kawannya, yang mungkin sudah sampai garis finish.

5 dari 5 halaman

Viral

Video kocak berdurasi 26 detik ini viral setelah diunggah akun Twitter @nukman. Aksi lucu murid tersebut bahkan sampai menyita perhatian budayawan kondang Indonesia, Sudjiwo Tedjo.

Ia ikut mengomentari postingan tersebut dengan menerjemahkan percakapan kocak antara murid dan gurunya ini. Ada-ada saja deh.

" Saya sebagai orang yg bermukim di bws ikut ngakak,"  tulis akun @fauziburhanw.

" I can't stop laughing, Ya Allah,"  ujar akun @fadel_aslm.

" Makasih ya adek membuat saya tertawa ketika makan siang. tersedak saya dek,"  ungkap akun @MaulanaGhozii.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone