Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rikwanto mengatakan polisi mengupayakan pemulihan kejiwaan korban penembakan mobil di Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Proses pemulihan itu akan dijalankan oleh tim di bawah koordinasi Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan Polda Sumsel.
" Jadi Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan Polda Sumatera Selatan menjadi ketua tim untuk memantau proses kesembuhannya," kata Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 21 April 2017.
Rikwanto menuturkan polisi melibatkan sejumlah psikolog untuk menghilangkan trauma pada anak korban penembakan itu. Proses konseling terutama dilakukan untuk menghilangkan traumatis dari anak-anak kecil yang berada dalam kendaraan tersebut.
Menurut Rikwanto, Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto sempat mengunjungi anak korban penembakan. Kapolda bahkan sempat membawakan mainan berupa mobil-mobilan.
" Memang kita belikan mobil-mobilan supaya mereka terhibur dalam kegiatan pemulihan tersebut," ujar Rikwanto.
Rikwanto berharap kondisi kejiwaan para korban psikis dapat pulih seperti sedia kala. Proses trauma healing ini dijalankan dengan biaya sepenuhnya ditanggung POLRI.
" Termasuk juga menanggung semua pembiayaan yang harus dikeluarkan dalam perawatan tersebut," tutur dia.
Sebelumnya dikabarkan, sebuah mobil berisi delapan penumpang ditembak oleh Brigadir K karena menerobos razia polisi. Dalam insiden itu, satu orang meninggal dan satu orang kritis.
Tak hanya itu, akibat peristiwa mengerikan itu, dua anak berusia 3 dan 6 tahun turut menjadi korban.
Seperti dikutip dari laman Merdeka.com, salah satu anak dalam insiden penembakan mobil bernama Genta sempat meminta mainan kepada Kapolda Sulses. Bocah yang terluka di kepala akibat terkena peluru, mengutarakan keinginannya itu saat berbincang dengan komando kepolisian di Bumi Sriwijaya.
Agung mengatakan, tidak banyak yang disampaikan Genta kepadanya. Genta hanya meminta dibelikan mainan agar bisa bermain selama dirawat.
" Genta mau minta mobil-mobilan. Saya segera carikan biar dia tidak trauma lagi, lukanya cepat sembuh," ungkap Agung. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya