Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gondrong Dan Sepedanya (Merdeka.com)
Dream - Markas militer memang selalu dijaga ketat. Tak sembarang orang bisa keluar dan masuk seenaknya. Ada aturan yang harus para prajurit, apalagi tamu dari luar.
Aturan itulah yang membuat bertamu ke markas militer tidak mudah. Aturan-aturan itu memang harus tetap dilanakan, meskipun komandan barak militer itu menjadi sohib kental kita, saban hari ngopi bareng.
Lihatlah pengalaman Gondrong berikut ini. Pria berambut panjang itu bertamu ke Markas Yon Armed 18/105 di Labanan, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Di ke markas tentara itu untuk bertemu sang komandan.
Semula Gondrong menyangka bakal mudah lolos dari penjaga. Maklum saja, dia merasa kenal dengan sang komandan. Namun nyatanya, dia harus melalui prosedur yang menurutnya ribet, sampai-sampai dia mengeluh.
Namun, setelah menjalani prosedur yang ketat, Gondrong diizinkan bertemu dengan komandan. Dia bahkan dikawal provost saat memasuki satuan Armed. Dia merasa lega saat bertemu sang komandan, namun dengan segera menyampaikan unek-uneknya.
" Aku nggoleki sampean kok 'angel' tenan aturane. Padahal ngopi bareng loh, tapi nang kono dicegat loh (Aku mencari Anda kok susah sekali aturannya. Padahal ngopi bareng loh, tapi di sana saya dicegat)," ungkap Gondrong, dikutip dari Merdeka.com.
Mendengar keluhan itu, sang komandan tersenyum. Dia memberikan penjelasan dan juga pengertian kepada Gondrong terkait pemeriksaan yang dilalui sebelum masuk ke markas TNI.
Sang komandan menjelaskan, peraturan itu berlaku untuk semua orang yang masuk ke markas satuan Armed. Dia menekankan kepada Gondrong bahwa aturan tidak boleh dilanggar. Tak sembarangan orang boleh masuk.
" Masuk sini itu enggak boleh bawa apa-apa, tinggalkan KTP, KTA kalau Militer," kata sang komandan yang merupakan teman si Gondrong.
Sang komandan juga menjelaskan, meskipun kenal, aturan tetap harus dijalankan. " Jadi kita enggak boleh walau pun sudah kenal, maupun saudara maupun siapa tetap aturan. Meninggalkan KTP KTA itu peraturan semuanya harus gitu," lanjut dia.
Gondrong menjelaskan tujuannya datang ke satuan Armed 18 kepada komandan Batalyon Armed 18 Komposit Kodam VI Mulawarman. " Loh mau nonton sampean katanya ada Trabas," tutur Gondrong.
Gondrong mengaku ingin mengikuti kegiatan yang dilakukan para prajurit tersebut. Sehingga sang komandan menawari Gondrong kaos khusus guna dikenakan dalam menjalani kegiatan Trabas tersebut.
" Oh iya, jadi ini kita mau Trabas. Trabas itu olahraganya orang laki-laki. Ini mau tak kasih kaos kalau mau ikut langsung. Ada nanti kayak gini ini loh kaosnya ini," kata komandan.
Gondrong pun membawa motornya, yang berjenis trail, ke dalam satuan Armed dengan cara dituntun. Sebelumnya, ia sudah meminta izin terlebih dahulu kepada komandan dan memang diperbolehkan.
" Tak tuntun Pak, malu," ungkap Gondrong.
" Wah ini motornya masih baru ini. Kamu beneran mau langsung ikut? Ya sudah langsung masuk komunitas kita saja," kata komandan sembari mengajaknya bergabung dalam komunitas Armed 18 Komposit.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya