Rawat Adik, Gadis 24 Tahun Kelaparan dan Meninggal

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 16 Januari 2020 07:01
Rawat Adik, Gadis 24 Tahun Kelaparan dan Meninggal
Kondisi keuangan membuatnya tak bisa banyak berbuat.

Dream - Besarnya cinta dan pengorbanan sang kakak kepada adiknya ini tak bisa digambarkan dengan kata-kata. 

Sang kakak, Wu Huayan, berusia 24 tahun rela mengurangi jatah hidupnya demi biaya pengobatan sang adik.

Untuk mengurangi pengeluaran hidup mereka, Wu rela mengorbankan sarapannya. Dia akan makan roti atau nasi dengan saus cabai untuk makan siang atau makan malamnya.

Pola makannya yang tidak sehat telah menyebabkan kekurangan gizi. Rambut dan alisnya rontok, sistem kekebalan tubuh menurun dan kaki bengkak.

Saking berkorbannya, Wu rela makan seharga 1,20 ringgit Malaysia atau Rp4.032 sehari, demi sang adik. 

Sang ibu, telah meninggal saat Wu berusia 4 tahun. Alhasil, Wu mengalami kekurangan gizi dan kesehatannya memburuk.

Berat tubuhnya turun drastis. Mahasiswa jurusan ekonomi di Universitas Guizhou sudah sejak lama hidup mandiri. 

1 dari 5 halaman

Biaya Rumah Sakit yang Mahal

Beratnya hanya 21 kilogram dan tingginya 135 centimeter. Tetapi, dia tidak mampu membayar tagihan medis mahal untuk mengobati kondisinya sendiri. Bahkan untuk membeli obat-obatan murah bagi dirinya sendiri.

Ketika kesehatannya menurun, dia hampir tidak bisa berjalan sejauh 40 meter. Wu akhirnya berkonsultasi dengan dokter untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.

Wu ditemukan memiliki kondisi kesehatan yang parah dengan 3 katup yang rusak di hatinya.

Dia membutuhkan 118 ribu ringgit atau Rp396 juta untuk biaya rumah sakitnya, namun dia menolak untuk menjalani perawatan medis.

Teman-teman dan kerabatnya tidak tahan melihat penderitaan Wu dan menyuruh Wu memulai crowdfund untuk biaya medisnya. 

 

2 dari 5 halaman

Wu Meninggal

Dilaporkan World of Buzz, setelah dia memposting situasi ke laman website, dia menerima sumbangan dari banyak orang.

Salah satunya bahkan menyumbangkan setengah dari gaji bulanan untuk biaya pengobatan Wu.

Dia sangat tersentuh oleh amal orang asing, meskipun orang-orang baik ini tidak mengenal Wu secara langsung.

Meski begitu, Wu tidak dapat menjalani operasi karena beratnya kurang dari 30 kilogram, dan dia meninggal pada 13 Januari 2020 lalu. 

Sebelum berpulang, dia berharap bahwa dia dapat melanjutkan studinya dan mencari nafkah dengan kedua tangannya sendiri. Selain itu, dia berharap dapat merayakan Tahun Baru Imlek bersama saudaranya begitu dia sembuh dari penyakitnya.

3 dari 5 halaman

Saking Kurusnya, Penjahat Kabur dengan Menyelip di Antara Jeruji Sel

Dream - Pencuri di Bolivia menghebohkan dunia internasional. Penjahat bernama Jorge Mantilla atau Coco itu lolos dari balik jeruji penjara dengan teknik pelarian yang tak lazim. 

Tanpa merusakn tembok atau besi jeruji penjara, Coco kabur berkat tubuh kurusnya.

Dilaporkan OddityCentral, Coco awalnya ditangkap polisi di La Paz, pekan lalu. Sebuah rekaman kamera keamanan menunjukkan dia bisa melewati jeruji besi penjara di Bolivia.

Coco diamankan polisi karena aksi pencurian di Villa Fatima. Polisi berhasil menangkapnya dan dia dibawa ke penjara setempat untuk menunggu hukuman.

Tapi, dia tidak menghabiskan banyak waktu di penjara karena mampu melarikan diri dari penjara Sabtu, 6 Juli 2019. Coco lolos dari penjara dengan cara melewati jeruji besi saat petugas tak melihatnya.

Video rekaman kamera keamanan ini bocor dan beredar di media sosial. Kondisi ini membuat malu polisi setempat. Sekaligus memotivasi polisi untuk menangkap buron tersebut.

Selama operasi skala besar di La Paz, polisi berhasil menangkap Coco. Dia dilaporkan akan melarikan diri ke negara tetangga, Peru.

4 dari 5 halaman

Di Malaysia, Booking Tempat Parkir Biar Tak Diserobot Bisa Dipenjara

Dream – Kesulitan terbesar saat pergi ke pusat perbelanjaan saat weekend adalah mencari tempat parkir. Areal parkir yang disediakan pengelola sudah bisa dipastikan penuh. Kamu yang tetap ngotot mesti punya kesabaran ekstra tinggi. 

Saat melihat satu spot parkir kosong, biasanya pengemudi akan langsung menginjak gas agar tak ditempati pengemudi lain. 

Kalau trik ini tak mempan, ada juga yang nekat menyuruh penumpang lain untuk berdiri di spot parkir kosong itu. Tentu cara ini akan membuat kesal pengendara lain.

Cara ini juga tak bisa kamu lakukan di Malaysia ya. Di negara ini biasanya orang akan memasng kerucut jalan atau kursi agar tak ditempati pengendara lain.

Walaupun cara ini legal untuk lokasi parkir berbayar, orang-orang tetap tidak bisa secara acak menandai lokasi parkir dengan kerucut jalan. Jika melakukannya, mereka akan dikenakan denda, seperti di Malaysia.

Dikutip dari World of Buzz, Jumat 5 Juli 2019, Departemen Transportasi Jalan Malaysia akan menjatuhkan denda kepada orang-orang yang booking tempat parkir dengan kursi, sepeda motor, pot bunga, atau kerucut jalan.

Berani melanggar, mereka akan dikenakan denda sesuai denganp pasal 50 ayat 3 Undang-Undang 1987 tentang Transportasi Jalan.

Aturan ini berlaku untuk parkiran di tempat umum atau swasta, seperti pusat perbelanjaan. Misalnya, menandai tempat parkir di parkiran apartemen, akan dikenakan denda.

5 dari 5 halaman

Berapa Dendanya?

Ada dua sanksi yang akan dijatuhkan bagi para pelanggar. Sanksi bagi pelanggaran pertama adalah kurungan penjara kurang dari enam bulan atau denda sebesar 2 ribu ringgit (Rp6,84 juta).

Pelanggaran kedua dan seterusnya adalah hukuman penjara tak lebih dari 12 bulan atau denda 4 ribu ringgit (Rp13,67 juta).

Kalau ada yang masih melakukan praktik ini, orang bisa mengirimkan aduan ke aduantrafik@jpj.gov.my. Saat menyampaikan aduan, kamu harus memberikan informasi berupa nomor identitas penduduk pelapor, lokasi insiden, tanggal insiden, pelat nomor kendaraan, dan rincian insidennya.

Beri Komentar
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak