Khawatir Dipolitisasi , Bansos Tahap IV Jabar Ditunda Usai Pencoblosan Pilkada

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 5 Oktober 2020 18:01
Khawatir Dipolitisasi , Bansos Tahap IV Jabar Ditunda Usai Pencoblosan Pilkada
Tujuannya menekan potensi dipolitisasi karena momentumnya berdekatan dengan jadwal pencoblosan.

Dream - Pemprov Jawa Barat akan menunda penyaluran bantuan Bantuan Sosial (bansos) tunai keempat di daerah  yang menggelar Pilkada. Langkah itu dtempuh untuk menekan kemungkinan adanya politissasi pemberian Bansos menjelang hari pencoblosan.

Langkah itu diungkapkan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil di Gedung Sate, Bandung, Senin, 5 Oktober 2020.

Dalam penyaluran Bansos di Jabar, Pemprov sudah merancang empat tahap yang dua diantaranya sudah disalurka. Bulan ini, distribusi bansos tahap ketiga masih berproses. Sedangkan jadwal untuk tahap keempat pada bulan Desember yang bersamaan dengan pencoblosan.

Di tahap ketiga, penerima Bansos akan menerima bantuan berupa Sembako dan uang tunai. Sementara di tahap air, Bansos diberikan seluruhnya dalam bentuk uang tunai.

" Yang keempat ini kan full tunai, yang diagendakan di awal Desember. Jadi tetap sesuai jadwal tapi timingnya sesudah hari pencoblosan. Yang (distribusi bansos) ketiga tetap (dilakukan) di minggu minggu ini," kata pria yang karib disapa Kang Emil itu.

Menurut Ridwan, penyaluran Bansos tahap keempat bertepatan dengan pekan pencoblosan Pilkada. Menghindari kemungkinan muncul anggapan politisasi, pencitraan, atau digunakan untuk kampanye, Bansos ini kemungkinan akan ditunda pelaksanaan.

" Itu yang kita tunda untuk menghindari politik pemanfaatan, citra atau apapun yang dikaitkan dengan bansos yang datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat," tegas dia.

1 dari 3 halaman

Selain itu, kebijakan penundaan distribusi bansos pun berkaitan dengan kekhawatiran masyarakat mengenai penyebaran Covid-19. Pasalnya, ada potensi kerumunan saat proses pemberian bansos tunai dilaksanakan.

Apalagi, tren pelanggaran protokol kesehatan masih menjadi sorotan. Hingga 2 Oktober, total ada 639 ribu pelanggaran, mayoritas dilakukan perorangan yang dihukum ringan.

" Memang rawan, sehingga kami memutuskan pembagian bansos akan diatur ditunda dengan cara yang baik di daerah Pilkada agar tidak dijadikan sumber pelanggaran terkait bantuan sosial," katanya.

(Sumber: Merdeka.com)

2 dari 3 halaman

Darah Ridwan Kamil Dicek, Uji Klinis Vaksin Covid-19 Tinggal Setahap Lagi!

Dream - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kembali menjalani uji klinis vaksin Covid-19 yang ketiga pada Rabu, 30 September. Di tahap ini, pria yang karib disapa Kang Emil itu harus menjalani pengambilan darah untuk sampel.

" Siang di jadwal V3 tadi, sebagai relawan tes vaksin, saya diambil darah untuk dilihat apakah terjadi reaksi yang diharapkan yaitu munculnya antibodi yang imun terhadap virus Covid-19," tulis Ridwan di Instagram.

Ridwan tercatat sebagai salah satu relawan uji vaksin Covid-19 buatan Sinovac asal China. Pengambilan darah ini merupakan tahapan setelah relawan disuntik bakal vaksin.

Ridwan masih harus menjalani pengambilan darah lagi pada Desember nanti. Tahap ini perlu dilakukan sebelum diputuskan vaksin layak digunakan atau tidak.

" Pengambilan darah kedua akan dilakukan di bulan Desember 2020 untuk akhirnya disimpulkan apakah vaksin ini layak diproduksi atau tidak. Doakan sukses ya," tulis Ridwan.

3 dari 3 halaman

Ajak Masyarakat Disiplin 3M

Lebih lanjut, Ridwan mengajak masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak aman dan mencuci tangan dengan sabun.

" Mari disiplin sambil menunggu vaksin. Hanya itu yang bisa dilakukan orang sehat dalam melawan Covid-19," kata dia.

Ridwan juga mengunggah beberapa foto saat dirinya menjalani pengambilan sampel darah. Dia didampingi sang istri, Atalya Praratya. 

 

Beri Komentar