Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pemuda Palestina Meruntuhkan Pembatas Gaza Untuk Peringati 25 Tahun Runtuhnya Tembok Berlin (khaleejtimes.com)
Dream - Tembok Berlin runtuh untuk kedua kalinya. Namun kali ini, peristiwa bersejarah yang berusia 25 tahun ini ini tak terjadi di Jerman.
Adalah pemuda Palestina yang mengirimkan pesan penting kepada dunia usai merobohkan tembok pemisah di Tepi Barat Gaza. Pelan-pelan, para pemuda ini menghancurkan sebagian kecil tembok yang memanjang hingga ribuan kilometer tersebut.
Dikutip dari laman Khaleejtimes.com, Minggu, 9 Agustus 2014, aksi simbolis ini sengaja dilakukan para pemuda Palestina untuk memperingati runtuhnya komunisme sekaligus mengingatkan langkah agresi masa lalu yang masih terjadi saat ini.
Menggunakan palu, para pemuda Palestina ini menghancurkan tumpukan bata yang memisahkan kawasan Tepi Barat dari Bir Nabala. Aksi serupa juga terjadi di Rafat ketika penduduk memotong 20 meter pagar berduri yang melintasi kampungnya
Aksi ini berlangsung damai karena pihak militer Israel tak muncul ketika penghancuran `Tembok Berlin` di Timur Tengah ini berlangsung.
Di belahan dunia lain, mantan Presiden UniSoviet, Michael Gorbachev, menilai dunia saat ini sebetulnya tengah memasuki Perang Dingin Baru. Hal ini disampaikan Gorbachev di Brendenburg Gate yang merupakan ikon dari keruntuhan Tembok Berlin.
Negara Barat dan Amerika Serikat, ujar Gorbachev, telah menciptakan instabilitas kekuatan dunia dalam mencegah dan menyelesaikan konflik seperti terjadi di Yugoslavia, Timur Tengah, dan baru-baru ini Ukraina.
" Dunia dalam jurang Perang Dingin Baru. Beberapa bahkan mengatakan peran ini sudah dimulai," katanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya