`Runtuhnya Tembok Berlin` Berulang di Palestina

Reporter : Syahid Latif
Minggu, 9 November 2014 15:29
`Runtuhnya Tembok Berlin` Berulang di Palestina
Aksi simbolik ini dilakukan memperingati 25 tahun runtuhnya Tembok Berlin, Jerman.

Dream - Tembok Berlin runtuh untuk kedua kalinya. Namun kali ini, peristiwa bersejarah yang berusia 25 tahun ini ini tak terjadi di Jerman.

Adalah pemuda Palestina yang mengirimkan pesan penting kepada dunia usai merobohkan tembok pemisah di Tepi Barat Gaza. Pelan-pelan, para pemuda ini menghancurkan sebagian kecil tembok yang memanjang hingga ribuan kilometer tersebut.

Dikutip dari laman Khaleejtimes.com, Minggu, 9 Agustus 2014, aksi simbolis ini sengaja dilakukan para pemuda Palestina untuk memperingati runtuhnya komunisme sekaligus mengingatkan langkah agresi masa lalu yang masih terjadi saat ini.

Menggunakan palu, para pemuda Palestina ini menghancurkan tumpukan bata yang memisahkan kawasan Tepi Barat dari Bir Nabala. Aksi serupa juga terjadi di Rafat ketika penduduk memotong 20 meter pagar berduri yang melintasi kampungnya

Aksi ini berlangsung damai karena pihak militer Israel tak muncul ketika penghancuran `Tembok Berlin` di Timur Tengah ini berlangsung.

Di belahan dunia lain, mantan Presiden UniSoviet, Michael Gorbachev, menilai dunia saat ini sebetulnya tengah memasuki Perang Dingin Baru. Hal ini disampaikan Gorbachev di Brendenburg Gate yang merupakan ikon dari keruntuhan Tembok Berlin.

Negara Barat dan Amerika Serikat, ujar Gorbachev, telah menciptakan instabilitas kekuatan dunia dalam mencegah dan menyelesaikan konflik seperti terjadi di Yugoslavia, Timur Tengah, dan baru-baru ini Ukraina.

" Dunia dalam jurang Perang Dingin Baru. Beberapa bahkan mengatakan peran ini sudah dimulai," katanya.

Beri Komentar