Saat Pulang Umroh, Jemaah Diminta Testing Demi Cegah Penularan Covid-19

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 6 November 2020 17:01
Saat Pulang Umroh, Jemaah Diminta Testing Demi Cegah Penularan Covid-19
Jubir Satgas Covid-19 Wiku Bakti Bawono Adisasmito juga meminta jemaah disiplin terapkan 3m dan patuh pada ketentuan baik di Indonesia maupun di Arab Saudi.

Dream - Sebagian umat Islam Indonesia saat ini sedang menjalankan umroh. Diketahui, Indonesia menjadi satu dari dua negara perdana yang mengirimkan jemaah setelah Arab Saudi membuka penyelenggaraan umroh di masa pandemi Covid-19.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, mengingatkan seluruh jemaah dan penyelenggara untuk disiplin menerapkan protokol 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Juga mengikuti arahan petugas di lapangan agar tidak terjadi penularan Covid-19 selama jemaah melaksanakan umroh.

" Kami menghimbau semua jemaah yang kembali ke Indonesia agar menjalani testing dan karantina, selayaknya pelaku perjalanan dari luar negeri untuk meminimalkan penularan," ujar Wiku di Jakarta.

Wiku mengatakan kebijakan ibadah ini terus diawasi baik di Indonesia maupun di Saudi. Dia mengingatkan menerapkan protokol kesehatan terbukti menurunkan risiko penularan Covid-19 cukup signifikan.

" Hal ini mengingatkan kita bahwa nilai gotong royong dalam kolaborasi pentahelix menentukan kesuksesan penanganan Covid-19," kata Wiku.

 

1 dari 4 halaman

Patuhi Regulasi Umroh Indonesia dan Saudi

Kementerian Agama telah mengeluarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 719 Tahun 2020. Regulasi ini menjadi pedoman dalam penyelenggaraan umroh yang aman di masa pandemi Covid-19.

Umroh Pandemik© (Foto: Fabeook Haramain/wmn.gov.sa)

Selain KMA 719/2020, regulasi lain dibuat otoritas Saudi berupa syarat jemaah yang dibolehkan dan prosedur pelaksanaan umroh. Wikut mengingatkan jemaah harus mematuhi semua regulasi baik di Indonesia maupun di Saudi.

" Regulasi ini disusun untuk memberikan perlindungan kepada jemaah umroh sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah dan telah mengacu pedoman ibadah haji yang ditetapkan Arab Saudi," ucap Wiku.

 

2 dari 4 halaman

Sosialisasi Massif

Lebih lanjut, Wiku mengatakan sosialisasi protokol kesehatan untuk ibadah umroh harus dilakukan secara massif mengingat jeda waktu antara pengumuman keputusan Saudi dengan keberangkatan jemaah begitu singkat. Dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan kantor Kementerian Agama di semua daerah.

Bagi masyarakat yang akan menjalankan umroh, kata Wiku, penting untuk mengetahui dan mematuhi syarat-syarat yang tertuang dalam KMA 719/2020. Pembukaan ibadah umroh selama pandemi Covid-19 menjadi bukti Indonesia bisa beradaptasi dengan dinamika kehidupan, dikutip dari Covid19.go.id.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 4 halaman

Virus Covid-19 Bisa Bertahan Lama di Plastik

Dream - Plastik tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia saat ini. Banyak orang memanfaatkan plastik untuk berbagai keperluan. Tetapi, jarang disadari ternyata plastik bisa berbahaya terkait virus corona.

Anggota Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 bidang Perubahan Perilaku, Turro Wongkaren dalam talk show virtual disiarkan YouTube BNPB menyatakan virus corona tipe SARS-CoV-2 yang menempel di plastik ternyata bisa bertahan dalam waktu lama.

Virus Covid-19 Bisa Bertahan Lama di Plastik© MEN

Ilustrasi (Shutterstock.com)

" Plastik itu membuat virus bertahan selama tiga hari. Masalahnya, orang Indonesia suka menggunakan selotip dan bungkus plastik, bubble wrap, seakan-akan itu aman padahal justru enggak," ujar .

Turro mengimbau masyarakat untuk tidak lagi menggunakan plastik untuk membungkus atau membawa barang. Masyarakat lebih disarankan menggunakan kertas untuk bungkus makanan.

4 dari 4 halaman

Bukan Kertas Mengkilap

Kertas yang dimaksud Turro yaitu yang tidak mengkilap. Kertas jenis ini tidak dilapisi plastik.

" Kalau kertas mengkilap sama saja dengan plastik," kata dia.

Selanjutnya, Turro menjelaskan virus tidak bisa bertahan lebih dari satu hari jika tertempel pada kertas. Apalagi dalam kondisi tertentu, virus bisa cepat mati.

" Tapi kalau plastik termasuk selotip bisa tiga sampai lima hari. Penggunaan kertas lebih ramah lingkungan dan aman dari Covid-19," kata Turro.

 


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar