Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Syeikh Abdullah Basfar, Ditangkap Otoritas Saudi Tanpa Alasan Jelas (Middle East Monitor)
Dream - Otoritas Arab Saudi baru-baru ini menahan Syeikh Abdullah Basfar yang merupakan salah satu qari Alquran terkenal di dunia Islam. Syeikh Basfar ditetapkan sebagai tahanan pada lembaga Tahanan Hati Nurani (Prisoners of Conscience)
Kabar penahanan tersebut tersiar lewat akun Twitter resmi Prisoners of Conscience pada Jumat pekan lalu. Pada akun itu disebutkan Syeikh Basfar ditahan pada Agustus namun tidak dijelaskan bagaimana dan di mana dia dipenjara.
" Kami konfirmasikan penangkapan Syeikh Dr Abdullah Basfar sejak Agustus 2020," demikian pernyataan Prisoners of Consciences di Twitter.
Basfar adalah profesor di Departemen Syariah dan Kajian Islam Univesitas King Abdul Aziz Jeddah. Dia juga mantan Sekretaris Jenderal Organisasi World Book and Sunnah.
Laporan mengenai penangkapan Syeikh Basfar bersamaan dengan laporan penahanan Syeikh Saud Al Funaisan. Nama terakhir ini ditahan pada Maret lalu.
Al Funasan adalah profesor dan mantan dekan Fakultas Syariah di Universitas Al Imam Riyadh.
Meski tanpa alasan yang jelas, penahanan tersebut mendapat pujian dari beberapa pihak. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya Kerajaan Saudi untuk membasmi aksi ekstremisme berdasarkan rencana Putra Mahkota Saudi Pangeran Muhammad bin Salman untuk menghapus citra buruk mengenai Islam.
Namun begitu, lebih banyak orang yang marah dengan aksi penahanan tersebut. Masyarakat setempat justru menyatakan lebih menyukai para elit yang berada di penjara daripada para tokoh yang ditangkap.
" Ulama kami ditahan secara sewenang-wenang, sementara orang-orang sepele menikmati kebebasan dan menyebarkan korupsi di negara ini. Ini adalah kampanye terbuka untuk menghapus Islam dan menyebarkan kejahatan di Haramain (Dua Tanah Suci)," ucap salah satu warga Saudi yang dikutip media online setempat, Rai Al Youm.
Sejak 2017 ketika Pangeran Muhammad berkuasa, dia melakukan penangkapan banyak ulama, jurnalis, akademisi, dan aktivis siber yang kerap mengkritiknya dalam menjalankan negara.
Sumber: Middle East Monitor.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya