Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Facebook)
Dream - Bagi masyarakat Indonesia, bilur-bilur merah di punggung setelah melakukan kerokan, atau gua sha dalam pengobatan China, merupakan pemandangan biasa. Namun lain ceritanya dengan orang-orang di negara Barat, seperti Inggris.
Lihatlah reaksi warga di Inggris setelah klinik pengobatan tradisional, Hitesh Patel, di Leicester membagikan foto seorang wanita yang punggungnya dipenuhi bilur-bilur merah, seolah terluka parah akibat mengalami kecelakaan mobil.
Padahal, menurut klinik Hitesh Patel, bilur-bilur merah itu akibat dari teknik pengobatan gua sha yang mereka terapkan pada seorang penata rambut, Grace Campbell.
Hitesh Patel menjelaskan, akibat rutinitas pekerjaanya sebagai penata rambut yang menuntut Grace untuk terus membungkuk, membuat punggungnya mengalami masalah.
© Dream
Kepada Femail, Hitesh Patel mengatakan bahwa terapi berupa gua sha akan melepaskan 'stagnasi' pada otot-otot yang muncul di kulit sebagai bilur-bilur merah. Bilur-bilur merah itu dalam dunia medis dikenal sebagai petechiae.
" Dengan cara memberi tekanan pada bagian tubuh tertentu maka stagnasi aliran darah yang terakumulasi dalam otot dan menyebabkan rasa sakit akan kembali lancar," demikian penjelasan Hitesh Patel.
" Melalui gua sha, tubuh melepaskan stagnasi jaringan yang tersimpan di otot. Tanda merah itu menunjukkan di mana jaringan yang rusak berada," tambah mereka.
Petechiae terlihat seperti ruam atau memar, tapi sebenarnya sel darah yang telah ditekan keluar dari kapiler selama proses kerokan atau gua sha berlangsung.
" Warna petechiae bergantung pada seberapa rusak area yang diberikan terapi gua sha. Bisa berubah dari warna pink muda menjadi warna ungu gelap yang sangat gelap," Hitesh menjelaskan.
© Dream
Menurut Hitesh, warna pink muda menunjukkan kelelahan akibat aktivitas sehari-hari. Sedangkan warna merah artinya ada sedikit stres dan kerusakan pada jaringan.
" Sementara warna ungu kehitaman menunjukkan stagnasi akut yang sangat parah sehingga butuh waktu yang agak lama untuk menyembuhkannya," katanya.
Posting Hitesh tentang Grace telah menyedot perhatian banyak orang hingga menjadi vrial. Sejak diunggah di Facebook, foto Grace itu telah dibaikan 20.000 kali.
(Sumber: longroom.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya