Sedih, Pedagang Bubur Ini Perlu Rp130 Juta Demi Bayinya Sedang Kritis

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 12 Januari 2022 14:00
Sedih, Pedagang Bubur Ini Perlu Rp130 Juta Demi Bayinya Sedang Kritis
Bayi Nurman menelan air ketuban keruh hingga kesulitan bernapas.

Dream - Nurman Sasono berprofesi sebagai pedagang bubur ayam keliling di Depok, Jawa Barat. Dia adalah sosok tak kenal lelah dalam berusaha.

Nurman baru saja mendapat anugerah anak kedua, buah pernikahannya dengan Siti Aisyah. Sayangnya, kegembiraan itu harus diselimuti kesedihan.

Penyebabnya, bayi yang diberi nama Aisyah itu lahir dengan tenang tanpa ada jeritan tangis. Ternyata, Aisyah kecil pingsan.

Dada bayi itu naik turun dengan cepat dan napasnya tercekat. Kondisinya kritis, bahkan inkubator dengan alat bantu tak banyak menolong.

Aisyah harus dirawat di NICU. Sayangnya, tiga hari menjalani perawatan, kondisinya tak juga menunjukkan tanda-tanda membaik.

" Sebelum masuk ke NICU, Aisyah sempat diperiksa kondisinya dan menunjukkan paru-paru Aisyah digenangi cairan yang ternyata adalah air ketuban. Kian gawat saat diketahui cairan yang genangi paru-paru Aisyah sangat keruh dan kotor dengan kadar yang cukup banyak," demikian keterangan dalam kitabisa.com.

 

1 dari 3 halaman

Butuh Rp130 Juta

Tentu kondisi ini menjadi pukulan berat bagi Nurman. Sang istri masih sakit usai melahirkan, sementara Aisyah kecil harus segera diselamatkan.

Sayangnya, agar Aisyah bisa lepas dari kondisi kritis butuh biaya cukup besar. Kisarannya mencapai Rp130 juta.

Nurman pedagang bubur keliling© Kitabisa.com

Nurman tak mau menyerah. Dia putuskan menambah jam berdagang mulai pagi hingga malam demi mendapatkan biaya operasi.

Tujuan utamanya hanya agar Aisyah bisa selamat. Dia pun yakin, Allah akan memberikan jalan terbaik kepada hamba-Nya yang tidak putus asa.

 

2 dari 3 halaman

Berkejaran dengan Waktu

Namun di sisi lain, Nurman harus berkejaran dengan waktu. Jika biaya itu tak juga dibayarkan hingga waktu tertentu, bisa perawatan Aisyah dihentikan.

Aisyah bisa saja langsung dipulangkan. Tentunya, kondisi itu jadi makin berbahaya.

Meski sudah berusaha keras, penghasilan Nurman tak tentu ada. Sedangkan istrinya tidak punya pendapatan.

 

3 dari 3 halaman

Sedih

Di tengah kesedihan dan hampir putus asa, Nurman menyempatkan diri menjenguk Aisyah yang masih kritis.

Nurman pedagang bubur keliling© Kitabisa.com

Sesekali, dia usap kepala buah hatinya itu sembari mengucap doa untuk Aisyah.

Dia pun berjanji akan terus berikhtiar semata agar Aisyah bisa pulang dalam kondisi sehat.

Beri Komentar