Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Operasi Militer Penumpasan ISIS (shutterstock.com)
Dream - Penembak jitu atau sniper anggota pasukan khusus Spesial Air Service (SAS) Inggris berhasil menewaskan komandan ISIS sekali tembak di jarak 1 mil atau 1,6 kilometer dalam operasi rahasia di Afghanistan Utara Juni lalu.
Ini merupakan one shot jarak jauh terbaik dan tepat menembus dada korban.
Dikutip dari Daily Star, Senin 13 Agustus 2018, sniper SAS tersebut berpangkat sersan dan pernah terjun di peperangan Irak serta Suriah. Senjata yang digunakan senapan mesin kaliber 50 milimeter.
Berdasarkan sumber, usai operasi itu berhasil, senapan mesin tersebut dinonaktifkan. Senjata itu dibawa ke Markas SAS, Hereford dan dijadikan sebagai kenang-kenangan.
Sniper tersebut sedang menjalankan patroli rahasia di kawasan yang dikuasai ISIS. Sniper tersebut mendapati komandan gerakan teroris itu berada di pos.
© Dream
Rupanya, komandan ISIS yang dimaksud merupakan target militer Inggris dan Amerika Serikat. Meski membawa senjata khusus, si sniper merasa yakin cukup menggunakan senapan mesin yang sudah terpasang di mobil patroli.
Sniper tersebut meminta izin menyerang target. Seorang perwira senior di Markas Komando Operasi Khusus Gabungan di Kabul memberikan izin atas penyerangan tersebut.
Senapan mesin 50 Cal ini pernah digunakan sebagai senjata jarak jauh selama Perang Korea pada 1950-an. Senjata ini pertama kalinya digunakan dalam peran sniping murni oleh resimen elit Angkatan Darat Inggris.
" Penembak jitu itu tahu dia hanya punya satu kesempatan," ujar sumber tersebut.
" Selama beberapa detik (target) tidak ada yang bergerak. Ketika mereka menyadari apa yang terjadi, mereka bangkit dan melarikan diri," lanjut dia.
Laporan: Erisa Riyana
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya