Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wu Tianxi Dan Ibunya (Asia One)
Dream - Seorang pria di China berhasil merebut hati banyak orang. Dia begitu telaten merawat ibunya yang pikun sembari bekerja.
Wu Tianxi adalah karyawan perusahaan kontraktor, Guizhou Jiuyi Road and Bridge Corporation di Xiangshui, Distrik Dafang. Sementara, dia tinggal bersama ibunya di Bijie, Provinsi Guizhou, 30 kilometer dari tempat kerjanya.
Dikutip dari Asia One, setiap hari kerja, Wu bangun pada pukul 05.00, memakaikan baju, mencuci muka, dan menyikat gigi ibunya yang berusia 93 tahun. Sang ibu sudah menderita Alzheimer.
Wu mengatakan tiga tahun lalu ibunya sering lupa jalan pulang dan sering menghilang. Kemudian, segalanya mulai memburuk.
© Dream
Ibu Wu perlahan lupa alamat rumahnya, namanya sendiri dan anaknya. Saat dirawat di rumah sakit, ibu Wu didiagnosa menderita Alzheimer.
" Saya mulai khawatir jika dia tinggal di rumah sendirian dan tidak ada seorangpun yang merawatnya," kata Wu.
Akhirnya, Wu memutuskan membawa ibunya ke tempat kerja. Dengan begitu, dia bisa mengawasi dan merawat ibunya.
Ibu Wu kerap berkeliling lapangan dan menikmati sinar matahari di tempat kerja anaknya. Meskipun sudah tidak kenal, wanita itu sering mencari Wu.
Sejumlah rekan kerja Wu memuji langkah pria itu yang ingin selalu merawat ibunya.
" Selama tiga tahun, dia telah merawat ibunya di tempat kerja. Itu cukup berat baginya," ujar teman kerja Wu, Long Heyun.
© Dream
Ketika Wu mulai merawat ibunya, dia tidak bisa lagi berkumpul dengan teman-temannya. Pelan-pelan, pria itu tidak mendapatkan undangan pesta maupun acara lainnya.
Meski begitu, dia sama sekali tidak berpikir untuk mengirimkan ibunya ke panti jompo.
" Ibu saya sudah bekerja keras untuk membesarkan saya. Dia tidak ingin menjadi beban di masa tuanya," kata Wu.
" Sekarang dia tidak bisa merawat dirinya sendiri. Saya tidak akan meninggalkannya," lanjut Wu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya