Saf Sholat Jemaah Campur Pria dan Wanita, Bagaimana Hukumnya?

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 8 April 2019 13:00
Saf Sholat Jemaah Campur Pria dan Wanita, Bagaimana Hukumnya?
Shaf jemaah sudah ditetapkan dalam fikih, yaitu terpisah antara laki-laki dan perempuan.

Dream - Sebuah foto memperlihatkan sholat jemaah tengah viral dan menjadi perdebatan di media sosial. Dalam foto tersebut tampak makmum pria dan wanita bercampur dalam satu saf.

Hal ini mengundang perdebatan di antara warganet. Sebagian menyatakan bercampurnya shaf itu haram, namun tidak sedikit menganggapnya bukan masalah atau dibolehkan menurut ketentuan syariat.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Yunahar Ilyas, mengatakan sholat tanpa memisahkan saf pria dan wannita boleh dilakukan. Namun dengan catatan harus karena sebab tertentu.

" Ya, kalau dalam keadaan terpaksa boleh saja," ujar Yunahar saat dihubungi Dream, Senin 8 April 2019.

Menurut Yunahar, kondisi tersebut mirip dengan keadaan di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi. Ketika jumlah jemaah sedang banyak, terutama saat musim haji, sholat jemaah dijalankan dengan saf campur.

" Lihat di Mekah, di Masjidil Haram boleh saja," ucap dia.

1 dari 2 halaman

Boleh, Asal Dengan Sebab Tertentu

Yunahar menjelaskan, saf jemaah sudah diatur ketentuannya dalam fikih. Tetapi, ketentuan tersebut bisa tidak dipakai jika kondisinya tidak memungkinkan.

Menurut dia, sholat tanpa memisahkan saf laki-laki dan perempuan dalam keadaan darurat adalah sah.

" Iya sah, enggak apa-apa. Yang penting jangan tinggalkan sholat," kata Yunahar.

2 dari 2 halaman

Sholat Sah Tapi Makruh

Sedangkan ormas Islam Nahdlatul Ulama menyatakan ketentuan saf sholat jemaah sudah diatur dalam fikih. Jemaah pria berada di depan, di belakangnya diisi anak-anak, sedangkan paling belakang adalah wanita.

Dikutip dari NU Online, pandangan ini didasarkan pada pandangan Imam An Nawawi dalam kitabnya Syarh Shahih Muslim. Imam An Nawawi menyatakan dasar dipisahkannya shaf antara pria dan wanita.

" Diutamakannya shaf akhir bagi para wanita yang hadir bersamaan dengan lelaki dikarenakan hal tersebut menjauhkan mereka dari bercampur dengan laki-laki, melihatnya lelaki (pada mereka), dan menggantungnya hati para wanita kepada lelaki ketika melihat gerakan lelaki dan mendengar ucapan lelaki dan semacamnya."

Terkait dengan bercampurnya shaf, Imam An Nawawi dalam kitabnya Al Majmu menyatakan hal itu tidak membuat sholat pria dan wanita batal. Pandangan ini dianut oleh tiga mazhab yaitu Syafi'i, Maliki, dan Hambali.

Hanya mazhab Hanafi yang menyatakan bercampurnya saf pria dan wanita membuat sholat tidak sah. Sehingga mazhab ini berpandangan haram hukumnya sholat jemaah dengan saf bercampur.

Meski sholat tetap sah bukan berarti aman dari hukum haram seperti spabila dalam pelaksanaannya terjadi pembauran sehingga menimbulkan fitnah. Sehingga, bercampurnya shaf antara pria dan wanita tidak membatalkan sholat namun makruh dilakukan.

Sumber: NU Online

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham