CONNECT WITH US!

Mengapa Sidang Penetapan Awal Puasa Tak Disiarkan Langsung

Reporter : Syahid Latif | Senin, 23 Juni 2014 15:52
Ilustrasi Pengamatan Hilal Awal Puasa
Kementerian Agama hanya akan mengumumkan hasil penetapkan Ramadan dari hasil sidang isbat. Apa alasannya?

Dream - Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, proses penentuan hari pertama Puasa tahun ini tidak akan disiarkan secara langsung. Kementerian Agama tahun ini hanya akan mengumumkan hasil sidang isbat awal Ramadan 1435 H.

" Banyak masukan yang datang kepada kami yang menyarankan agar sebaiknya proses diskusi dalam sidang isbat tidak perlu ditayangkan secara langsung melalui televisi,” ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin seperti dikutip Dream dari laman Kemenag, Senin, 23 Juni 2014.

Lukman memastikan bahwa hasil sidang isbat tetap akan disampaikan secara langsung kepada masyarakat melalui siaran langsung televisi. Kemenag menilai publik memang hanya ingin mengetahui hasil sidang isbat.

“ Hasil atau kesimpulannya seperti apa, lalu keputusannya bagaimana, itu yang ditunggu masyarakat, dan karenanya pers perlu meliput itu,” terangnya.

Menurut Lukman, pembahasan dalam proses sidang menyangkut hal yang sangat teknis terkait penentuan awal bulan, ilmu perbintangan, dan teknis hisab-rukyat yang belum tentu bisa dipahami oleh masyarakat.

Pemerintah khawatir jika publik tak mengikuti proses isbat secara utuh justru akan memicu potensi timbulnya kesalahpahaman.

“ Ketidakpahaman ini bisa menimbulkan kesalahpahaman. Karenanya banyak masukan agar proses diskusi tidak perlu ditayangkan secara langsung,” papar Menag.

Sebelumnya, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan, Syariah Muchtar Ali, Kamis (19/06), menjelaskan bahwa Ditjen Bimas Islam Kemenag akan menyelenggarakan lokakarya yang membahas penentuan awal Ramadan 1435H. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, lokakarya yang akan dihadiri para pakar hisab-rukyat dan astronomi ini tidak diadakan berbarengan dengan pelaksanaan sidang itsbat.

“ Lokakarya ini akan dilaksanakan pada 25 – 26 Juni 2014,” terang Muchtar Ali.

Trump buat murka negara Islam - Panglima TNI Baru