Spesifikasi Boeing 737-500, Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang Jatuh

Reporter : Cynthia Amanda Male
Sabtu, 9 Januari 2021 20:59
Spesifikasi Boeing 737-500, Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang Jatuh
Penerbangan pertama pesawat ini dilakukan pada Mei 1994. Artinya, pesawat ini sudah berusia 26 tahun.

Dream - Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 hilang kontak sesaat usai lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Cengkareng, Tangerang, Banten.

Pesawat yang akan menuju Bandara Supadio Pontianak ini hilang kontak pada pukul 14.40 WIB, Sabtu 9 Januari 2021.

Diduga pesawat ini jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

Dalam laman airlineratings, Sriwijaya Air SJ182 yang terdaftar dalam rute PK-CLC, dengan lebih dari 50 orang di dalamnya, adalah jenis pesawat Boeing 737-500.

 

1 dari 6 halaman

Dikutip dari twitter @flightradar24, disebutkan bahwa penerbangan Sriwijaya Air SJ182 menggunakan Boeing 737-500 Classic. Penerbangan pertama pesawat ini dilakukan pada Mei 1994. Artinya, pesawat ini sudah berusia 26 tahun.

Pesawat ini memiliki panjang 32 meter dengan lebar sayap 28,9 meter. Untuk tinggi pesawat ini mencapai 11,1 meter.

 

2 dari 6 halaman

Bobot pesawat ini mencapai 60.500 kilogram (kg). Dengan jumlah penumpang bisa mencapai 132 orang jika hanya melayani kelas ekonomi. Sedangkan jika dua kelas yaitu bisnis dan ekonomi maka kapasitasnya menyusut jadi 108 orang.

Boeing 737-500 merupakan varian Boeing 737 Classic yang terpendek. Pengguna pertama dari pesawat ini adalah Southwest Airlines pada 1987 untuk pemesanan 20 pesawat. Boeing 737-500 diciptakan untuk melengkapi Boeing 737-200.

(Sumber: liputan6.com)

3 dari 6 halaman

FlightRadar24: Sriwijaya Air SJ182 Menukik Cepat dari Ketinggian 10 Ribu Kaki

Dream - Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ182 dilaporkan hilang kontak setelah lepas landas dari Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang. Pesawat dilaporkan meluncur cepat dari ketinggian 10 ribu kaki hanya kurang dari satu menit.

Informasi proses perjalanan pesawat tersebut diunggah akun twitter resmi Flightradar24, sebuah situs yang memantau semua pergerakan pesawat yang sedanag melakukan penerbangan.

Dalam unggahan di akun Twitternya, pesawat Sriwijaya Air SJ182 dengan rute Jakarta-Pontianak itu hilang kontak setelah 4 menit terbang dari Bandara Soekarno-Hatta.

Masih dari situs tersebut dilaporkan penerbangan Sriwijaya Air itu menggunakan pesawat Boeing 737-500 classic dengan nomor registrasi PK-CLC (MSN 27323). Pesawat itu terbang pertama kali pada Mei 1994.(Sah)

4 dari 6 halaman

Ini Penampakan Pesawat Sriwijaya Air di Flightradar24 Sebelum Hilang Kontak

Dream - Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak, Sabtu 9 Januari 2021. Hingga saat ini pihak maskapai masih melakukan investigasi.

Pesawat itu hilang kontak pada pukul 14.40 WIB. Hingga saat ini belum diketahui pasti pesawat dan juga penumpang dan kru burung besi tersebut.

Laman Flightradar24 merekam penerbangan pesawat itu sebelum dinyatakan hilang kontak. Laman itu menyebur pesawat itu hilang pada ketinggian 10.000 kaki.

Pesawat dilaporkan meluncur cepat dari ketinggian kurang dari satu menit. Peristiwa itu terjadi hanya empat menit setelah pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Berikut penerbangan yang terekam Flightradar24:

 

 
5 dari 6 halaman

Kronologi Hilangnya Sriwijaya Air SJ182, ATC Sempat Tanya Arah Pesawat

Dream - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak melakukan kontak terakhir pada pukul 14.40 WIB, Sabtu 9 Januari 2021.

Menurut dia, Sriwijaya Air SJ182 berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 14.37 WIB. Pesawat tersebut diizinkan terbang ke ketinggian 29.00 kaki, sesuai standar instrumen.

" Pukul 14.40 WIB, Jakarta melihat Sriwijaya tidak ke arah O75 derajat melainkan ke barat laut, oleh karenanya ditanya ATC untuk melaporkan arah pesawat. Tidak lama kemudian, dalam hitungan seconds, SJY 182 hilang dari radar," kata Budi Karya di Jakarta.

Setelah pesawat hilang radar, manajer operasi ATC langsung berkoordinasi dengan Basarnas, bandara tujuan, instansi terkait.

" Kondisi cuaca pada saat kejadian sedang dikoordinasikan datanya dengan BMKG. Total penumpang 50 orang, bersama 12 kru yang terdiri dari 43 dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi," terangnya.

6 dari 6 halaman

Budi menambahkan, Presiden Joko Widodo yang mengetahui kabar pesawat hilang memberi arahan untuk memaksimalkan pencarian.

" Tentu sudah dikerahkan kapal basarnas 4 kapal, 3 kapal karet, 3 dari TNI AL KRI. Kapal-kapal tersebut sudah di TKP," jelasnya.

" Mohon doa restu dari seluruh masyarakat agar proses pencarian dan penyelamatan berjalan dengan lancar. hotline dari sriwijaya untuk informasi penumpang pada 021-806 37817," tutup Budi.

 
Beri Komentar