Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Suara Misterius Tertangkap Dari Lapisan Atmosfer Bumi, Suara Alien? (Shutterstock)
Dream - Balon bertenaga surya yang diluncurkan ke atmosfer Bumi merekam suara misterius yang belum diketahui asal-usulnya pada ketinggian 21 ribu meter.
Ilmuwan menyebut suara itu hanya dapat didengar dengan alat khusus karena suara ini memiliki frekuensi yang sangat rendah atau infrasonik.
Infrasonik tidak bisa terdengar secara langsung oleh telinga manusia. Di antara banyaknya suara frekuensi rendah yang ada di Bumi, seperti guntur, gelombang laut, peluncuran roket, kota, turbin angin, bahkan pesawat, penemuan infrasonik aneh ini belum bisa dijelaskan.
Suara tersebut dideteksi pada ketinggian 70.000 kaki di atas permukaan Bumi. Menurut pernyataan seorang ilmuwan di Sandia National Laboratories New Mexico, Daniel Bowman, suara itu terjadi beberapa kali per jam pada beberapa penerbangan.
" (Di stratosfer), ada sinyal infrasonik misterius yang terjadi beberapa kali per jam pada beberapa penerbangan, tetapi sumbernya sama sekali tidak diketahui," kata Bowman, dilansir Live Science.
Bowman dan timnya membuat serangkaian balon plastik selebar tujuh meter yang dikirim ke stratosfer. Balon inilah yang menangkap adanya suara frekuensi rendah aneh di atas langit.
Awalnya, Bowman dan tim menerbangkan 50 balon ke langit untuk mendengar dentuman dan gemuruh rendah stratosfer.
Mereka mulai merekam suara dari letusan gunung berapi hingga suara lain yang terlacak oleh GPS balon melintasi jalur penerbangan.
Saat itulah mereka menemukan infrasonik misterius yang belum terdeteksi. Ilmuwan berspekulasi itu adalah bekas turbulensi di atmosfer atau gema dari bawah tanah.
Balon plastik tersebut diikat oleh sensor infrasonik bernama mikro barometer. Selain itu, Bowman juga menambahkan bubuk arang yang memungkinkan sinar matahari memanaskan udara di dalam balon agar dapat melayang.
" Balon kami pada dasarnya adalah kantong plastik raksasa dengan debu arang di dalamnya untuk membuatnya gelap. Kami membuatnya menggunakan plastik pelukis dari toko perangkat keras, pita pengiriman, dan bubuk arang dari toko peralatan piroteknik," kata Bowman.
Para ilmuwan mengatakan mereka akan terus menyelidiki suara bertekanan rendah yang ada di stratosfer dan melacaknya hingga ke titik asalnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya