5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Suku Di Afrika Ini Handal Berburu Tapi Lahir Dengan Kaki Seperti Burung Unta
Dream - Anggota suku Doma, yang juga dikenal sebagai suku vaDoma atau Bantwana, sering dijuluki sebagai " Manusia Burung Unta" karena kaki mereka yang aneh.
Suku pedalaman di wilayah Kanyemba, Zimbabwe, ini terkenal dengan kondisi genetik langka yang disebut dengan istilah Ectrodactyly.

Mutasi genetik yang juga dikenal sebagai sindrom cakar lobster ini mengacu pada tidak adanya satu atau lebih jari tangan atau kaki saat lahir.
Dipercaya bahwa mutasi yang langka tersebut terjadi pada sekitar satu dari setiap empat anak yang lahir dalam suku Doma.

Sebagian besar anggota suku Doma kehilangan tiga jari kaki tengahnya dan hanya memiliki dua jari kaki luar, yang kemudian berubah menjadi bengkok.
Kelainan yang langka ini disebabkan oleh kondisi dominan autosomal yang diakibatkan oleh mutasi tunggal pada kromosom 7.
Uniknya, anggota suku Doma menganggap kelainan yang terjadi secara turun-temurun pada kaki mereka itu bukan sebuah kecacatan.
Akibat kondisi tersebut, anggota suku Doma mengalami kesulitan untuk berjalan, apalagi berlari. Mereka juga tidak bisa memakai sepatu akibat mutasi tersebut.
Meskipun demikian, mereka percaya bahwa kondisi cacat tersebut merupakan anugerah karena membuat mereka bisa memanjat pohon dengan cepat.
Menurut mereka, memanjat pohon adalah keterampilan yang berguna untuk bertahan hidup. Ini karena suku Doma mempraktikkan gaya hidup pemburu-pengumpul tradisional.

Mereka mendapatkan makanan dengan cara berburu, memancing, mengumpulkan madu dan buah-buahan serta akar-akaran liar.
Sumber: DailyStar
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?