Tabir Misteri Kematian Mirna Mulai Terkuak

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 13 Januari 2016 19:19
Tabir Misteri Kematian Mirna Mulai Terkuak
Polisi menemukan titik terang. Sebelumnya mereka telah memeriksa sejumlah saksi dan yang terbaru menggeledah rumah Jessica, teman ngopi Mirna.

Dream - Kepolisian Polda Metro Jaya terus mendalami penyebab meninggalnya Mirna Salihan yang tewas usai meminum kopi di kedai kopi Olivier, Grand Indonesia pada Rabu, 6 Januari 2016. Sepekan penyelidikan, kepolisian mengaku telah menemukan titik terang.

Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi, Krishna Murti mengatakan, selama sepekan penyelidikan berbagai informasi baru perlahan mulai membuka tabir misteri meninggalnya Mirna.

Pemeriksaan terhadap saksi-saksi hingga pra-rekonstruksi telah membuka pintu masuk polisi mendalami penyebab kematian Mirna.

" Ya semua yang kami lakukan sudah ada titik terang. Keterangan saksi titik terang, hasil pra-rekonstruksi titik terang, interogasi saksi titik terang," kata Khrisna di Polda Metro Jaya, Rabu, 13 Januari 2016.

Hasil keterangan dari pra-rekonstruksi dan interogasi tersebut, lanjut Krishna, nantinya akan dirangkai. Menurut dia, dengan menggabungkan temuan ini, nantinya akan didapat gambaran besar mengenai penyebab tewasnya Mirna.

Meski begitu, dia enggan secara spesifik menyebut temuan apa yang didapatkannya. Dia meminta masyarakat bersabar dan menunggu kesimpulan Polisi.

" Kita tunggu pencarian fakta-fakta secara bulat dulu. Baru nanti masuk ke ranah gelar perkara, apakah ini terjadi tindak pidana, jika ada siapa yang melakukan dan sebagainya," ujar dia.

Seperti diketahui sebelumnya, selain melakukan interogasi sejumlah saksi dan menggelar pra-rekonstruksi secara tertutup, polisi juga telah menggeledah rumah sejumlah saksi. Adapun satu nama yang terus disorot dalam kasus ini ialah Jessica, teman minum kopi korban. (Ism) 

1 dari 5 halaman

Mengapa Jessica Disorot Terkait Kematian Mirna?

Dream - Kasus Mirna Salihin, perempuan yang meninggal usai meminum kopi di kedai kopi di Grand Indonesia, masih menyimpan misteri. Meski begitu belakangan satu nama terus disorot.

Nama satu orang tersebut tak lain adalah Jessica, teman minum kopi korban. Nama itu diduga berperan besar dapat mengungkap sebab di balik meninggalnya Mirna.

Tetapi, kepolisian Polda Metro Jaya tak ingin gegabah menyorot satu nama saja. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti mengatakan, polisi juga fokus pada nama-nama lain.

" Semuanya kami periksa. Suami, keluarga, teman, dan pembantunya. Jadi tidak ke satu orang saja. Kami ingin sesuatu itu bulat karena fakta-fakta kesesuaian dan analisa bukan opini," kata Krishna, di Polda Metro Jaya, Rabu, 13 Januari 2016.

Khrisna menambahkan, proses interograsi Polisi yang selama ini berjalan tidak hanya difokuskan kepada Jessica semata. Interograsi juga dilakukan pada saksi-saksi lain.

" Semua saksi sudah sering diinterograsi. Tidak hanya Jessica saja. Interograsi dilakukan di kepolisian dan juga di lokasi pas pra-rekonstruksi," ujar dia.

Lebih lanjut, Krishna mengatakan dalam waktu dekat ini akan melakukan pemanggilan terhadap para saksi.

Pemeriksaan tersebut dipergunakan untuk melengkapi Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) Polisi.

" Pemanggilan saksi nanti itu akan dipergunakan untuk melengkapi BAP. Waktu pemanggilannya kurang lebih tiga hari ke depan dan melibatkan semua saksi. Tidak hanya satu orang saja," ucapnya. (Ism) 

2 dari 5 halaman

Polisi Geledah Rumah Teman Ngopi Mirna, Ada Apa?

Dream - Kepolisian terus mencari informasi untuk menguak kematian Mirna Salihan, perempuan yang tewas usai meminum kopi Vietnam, Rabu, 6 Januari 2016.

Dalam pemeriksaan lanjutan, polisi menggeledah rumah teman dekat korban yang bernama Jessica pada, Senin, 11 Januari 2016 malam.

" Untuk evaluasi saja. Sebab yang bersangkutan berada di TKP (Tempat Kejadian Perkara-red)," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti, Selasa, 12 Januari 2016.

Dari hasil penggeledahan, polisi menyita sejumlah barang milik Jessica. Meski begitu, polisi enggan menyebut barang apa saja yang disita.

Sebelumnya, polisi telah melakukan pra-rekonstruksi di TKP yang melibatkan tim siencitfic crime investigastion, ahli DVI, racun dll.

Beberapa petunjuk semisal sidik jari, bercak darah dan bukti-bukti yang bisa dikembangkan telah didapat. Meski begitu, Krishna tak ingin menjelaskan secara detail data yang didapat.

" Tapi detailnya tak bisa kami ungkapkan," ucap dia. (Ism) 

3 dari 5 halaman

Ucapan Terakhir Mirna Usai Seruput Kopi

Dream - Polda Metro Jaya telah melakukan pra rekontruksi di kafe Olivier di Grand Indonesia, lokasi Wayan Mirna Salihin tewas usai menyeruput kopi es Vietnam.

Polisi menghadirkan dua sahabat Mirna yang kala itu datang bersamanya. Keduanya menjelaskan kronologi pertemuan mereka dengan Mirna di kafe itu.

Dalam pra rekonstruksi itu, Mirna duduk di tengah diapit dua temannya di sebelah kiri dan kanan.

Keduanya juga memperagakan detik-detik terakhir Mirna tewas. Awalnya ia mual usai menyeruput es kopi Vietnam. Setelah itu, Mirna meminta rekannya untuk mencium aroma minuman yang diminumnya tersebut.

" Oh my god, it's so bad," kata salah satu rekan korban mengulangi ucapan Mirna usai menenggak es kopinya saat pre rekontruksi.

Kepala Bidang Humad Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polis Mohammad Iqbal mengatakan terkait keterangan saksi dan sejumlah barang bukti, penyidik masih mengumpulkan semuanya dan sedang dianalisa.

Nantinya, dari analisa ini akan disimpulkan berkorelasi atau tidak dengan kejadian tersebut sehingga bisa mengerucut apakah peristiwa ini pembunuhan atau tidak.

Sebelumnya keluarga tak berkenan jenazah Mirna diautopsi. Tapi setelah dibujuk polisi dan diberitahu dugaan polisi, keluarga akhirnya setuju.

Mirna tewas pada Rabu 6 Januari 2015, usai menenggak kopi Vietnam yang dipesankan rekan Mirna sebelum ia datang. Diketahui ada jeda 40 menit sejak rekan korban memesankan kopi sampai akhirnya Mirna datang dan meminum kopinya.

Salah satu rekan korban memang lebih dulu datang ke cafe di Grand Indonesia tersebut. Sedangkan Mirna datang belakangan bersama seorang rekan lainnya

" Kita belum menyimpulkan ini peristiwa pembunuhan. Tapi penyidik meyakini kematian korban tidak wajar dan mencurigai suatu zat di dalam kopi sebagai penyebab utamanya," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti menambahkan.

4 dari 5 halaman

Dari Mana Datangnya Racun di Kopi Mirna?

Dream - Kopi yang diminum Mirna Salihin (28) diduga mengandung zat berbahaya. Sebab usai diminum Mirna, kemudian tewas, karyawan kafe coba mencicipi dan langsung muntah-muntah.

" Ketika saksi (karyawan cafe) mencicipi kopi itu, ia merasakan rasa yang kebas. Kemudian saksi langsung merasakan mual selama setengah jam dan muntah-muntah," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti, Senin 11 Januari 2015.

Krishna menjelaskan usai Mirna kejang-kejang dan dibawa ke rumah sakit, pegawai kafe menyingkirkan kopi itu ke dapur.

Lalu oleh pegawai itu diambil setetes kopi memakai ujung sedotan. Kemudian diteteskan di tangannya, lalu dicicipi. " Padahal itu cuma setetes. Makanya kami menduga ada sesuatu di kopi itu," tegas Krishna.

Berdasarkan hasil temuan awal Puslabfor, diduga ada Sianida di dalam kopi itu. Nantinya, hal itu akan dicocokkan dengan hasil analisa sampel lambung, hati, dan empedu korban, usai jenazah diautopsi.

Hingga kini polisi belum menyimpulkan ini peristiwa pembunuhan. Namun, penyidik meyakini kematian korban tidak wajar dan mencurigai suatu zat di dalam kopi sebagai penyebab utamanya. (Ism) 

5 dari 5 halaman

Rekaman CCTV Perlihatkan Detik-detik Mirna Tenggak Kopi

Dream - Polisi terus mengembangkan kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin usai minum kopi di Grand Indonesia. 

Rekaman kamera CCTV yang disita polisi tak dapat menunjukkan apa yang dilakukan rekan korban dengan kopi, sebelum Mirna tiba dan meminum kopinya.

Kamera CCTV itu berada di balik sebuah tanaman tinggi. Sementara rekan korban memilih tempat duduk persis di balik tanaman tinggi itu.

Sehingga tidak terlihat apapun yang dilakukan rekan korban di rekaman CCTV. Namun polisi menyebut sejumlah saksi memberikan keterangan yang bisa menjadi bukti selain rekaman CCTV.

Sebelumnya keluarga tak berkenan jenazah Mirna diautopsi. Tapi setelah dibujuk polisi dan diberitahu dugaan polisi, keluarga akhirnya setuju.

Mirna tewas pada Rabu 6 Januari 2015, usai menenggak kopi Vietnam yang dipesankan rekan Mirna sebelum ia datang. Diketahui ada jeda 40 menit sejak rekan korban memesankan kopi sampai akhirnya Mirna datang dan meminum kopinya.

Salah satu rekan korban memang lebih dulu datang ke cafe di Grand Indonesia tersebut. Sedangkan Mirna datang belakangan bersama seorang rekan lainnya.

" Kita belum menyimpulkan ini peristiwa pembunuhan. Tapi penyidik meyakini kematian korban tidak wajar dan mencurigai suatu zat di dalam kopi sebagai penyebab utamanya," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti, Senin 11 Januari 2016.

Dari keterangan yang didapat Polda Metro Jaya, karyawan cafe sempat mencicipi setetes kopi yang diminum korban. Hasilnya pegawai kafe itu langsung muntah-muntah usai mencicipi setetes kopi itu.

" Ini harus dirunut dan direkonstruksi seluruhnya. Mencocokkan alat bukti satu dan lainnya untuk menyimpulkan," kata Krishna menambahkan. (Ism) 

Beri Komentar