Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Ini Tahun Tersuram untuk Kehidupan Manusia

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 27 November 2018 09:00
Ini Tahun Tersuram untuk Kehidupan Manusia
Jika diberi kesempatan, maukah kamu kembali dan mencoba hidup di tahun ini?

Dream - Setiap tahun bergulir, manusia menjalani kehidupan. Suka-duka dirasakan karena gejolak politik, ekonomi, dan sosial, yang berkembang.

Dikutip dari IFL Science, Selasa 27 November 2017, sejarawan meneliti kondisi tersulit pada yang terjadi pada tahun-tahun yang telah dijalani manusia. Pertanyaan ini secara acak dikemukakan saat studi sejarah mencari tahu bagaimana sistem moneter Eropa pasca kejatuhan Kekaisaran Romawi Barat.

Ditulis di jurnal Antiquity, untuk mencari jawaban itu, para peneliti mencari bukti di Pegunungan Alpen Eropa. Di sana ditemukan bukti polusi pengolahan perak yang terkubur di inti es. Kondisi ini menuntuk peneliti mengenai bencana alam dan perubahan iklim yang terjadi sepanjang abad.

Dari temuan itu terbukti, tahun 536 merupakan masa yang menyedihkan untuk hidup. " Ini adalah salah satu masa terburuk untuk hidup, jika bukan tahun terburuk," kata sejarawan abad pertengahan Harvard, Michael McCormic, kepada Science Magazine.

Periode ini dianggap buruk, bukan hanya perang berdarah dan penyakit ganas yang menyebar, namun juga karena sejumlah peristiwa bencana. Kondisi cuaca ekstrim menyebabkan kelaparan yang meluas.

1 dari 1 halaman

Musim Dingin Vulkanik

Ada banyak teori yang beredar. Salah satunya terjadinya `musim dingin vulkanik` karena abu dan debu letusan gunung berapi.

Letusan itu diduga berasal dari gunung di Islandia. Dugaan ini muncul karena inti es di Eropa mengandung kaca vulkanik yang secara kimia mirip partikel yang ditemukan di Eropa dan Greenland.

Apa pun gunung yang menyebabkan letusan vulkanik itu, dampaknya telah memicu `Zaman Es Kecil Antik Akhir` dan kegagalan panen global dan kelaparan. Salju turun selama musim panas di China dan kekeringan terjadi di Peru.

Sementara itu, sejarah tutur Gaelic Irlandia menyebut soal kegagalan (pembuatan) roti pada 536.

Seorang sejarawan Bizantium yang tinggal di Timur Tengah, Procopius, juga menulis soal `ketakutan` akibat gerhana matahari yang berkabut. Sebagaimana tercatat, di Natur Geoscience pada 2016, bencana yang terjadi menyebabkan Kekaisaran Sasania, mundurnya Kekaisaran Romawi Timur, dan pergolakan politik di China, serta kacaunya kehidupan sosial di seluruh Eurasia.

Beri Komentar