Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Jerman mewajibkan media sosial menghapus unggahan berita palsu dalam 1x24 jam tahun depan.
Dream – Kanselir Jerman, Angela Merkel, tengah menyiapkan aturan untuk memerangi berita palsu di dunia maya. Dalam aturan itu, pengelola media sosial –seperti Facebook, Twitter, dan lainnya– bisa dijatuhi sanksi denda 500.000 euro, setara Rp7 miliar, jika membiarkan unggahan berita palsu dan tidak menghapusnya.
Rencananya, aturan ini akan diterapkan saat tahun baru nanti dan akan berlaku setiap hari. Para pengguna media sosial dapat berpartisipasi dengan menandai sebuah unggahan yang diduga sebagai berita palsu dengan memberikan tanda bendera.
Aturan ini juga memaksa pengelola media sosial membuka kantor cabang di suatu negara. Sehingga dapat mempertanggungjawabkan usahanya di ranah hukum.
Jika ditemukan ada unggahan seseorang memfitnah orang lain, maka media sosial bertanggung jawab menghapus. Dan denda berlaku seketika jika dalam waktu sehari unggahan tersebut tidak dimusnahkan oleh pengelola media sosial.
Ketua Parlemen Jerman dari Partai Sosial Demokrat, Thomas Oppermann, menyatakan sepakat dengan rancangan aturan itu. “Jika setelah diperiksa Facebook tidak segera bertindak dalam 24 jam menghapus unggahan fitnah, maka akan terkena denda 500 ribu euro,” kata Oppermann kepada harian Der Spiegel.
Facebook akan memberlakukan sistem yang melibatkan para penggunanya untuk mengidentifikasi unggahan berisi berita palsu atau tidak. Para pengguna dapat memberi tanda bendera pada unggahan tersebut.
Saat unggahan telah ditandai, Facebook akan melibatkan pihak ke tiga untuk memastikan kebenaran unggahan tersebut. Jika ditemukan ada kebohongan, Facebook akan menghapus unggahan tersebut.
Sumber: theduran.com