Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Tak Mau Ditilang, Emak-emak di Kudus Seruduk dan Gigit Polisi

Reporter : Febriyani
Jumat, 23 Februari 2018 11:35
Tak Mau Ditilang, Emak-emak di Kudus Seruduk dan Gigit Polisi
Sudah jelas melanggar, wanita itu malah menggigit salah satu anggota polisi hingga tangannya terluka.

Dream - Emak-emak memang 'luar biasa'. Oleh karena itu muncullah istilah 'The Power of Emak-emak'. Apapun masalahnya bisa diselesaikan dengan kekuatan emak-emak. Seperti yang terjadi di Kudus, Jawa Tengah, berikut ini.

Seorang wanita pengendara motor membuat heboh saat hendak ditilang polisi, Kamis 22 Februari 2018. Padahal jelas-jelas dia berkendara tanpa mengenakan helm. Dia bahkan tidak tidak menyalakan lampu dan tanpa dilengkapi Surat Izin Mengemudi (SIM).

Ia nekat menyeruduk polisi dengan motor. Tak cukup itu saja, wanita itu juga menggigit tangan polisi karena tak mau ditilang. Wanita itu terus menerus mengomeli anggota polisi yang bertugas di lapangan.

Wanita itu bahkan mengeluarkan dompet. Dia mengeluarkan lembaran-lembaran uang pecahan Rp50 ribu dan menghitungnya di depan polisi. Uang itu kemudian diacung-acungkan ke polisi sambil memukuli polisi, yang hanya tersenyum melihat aksi nekat itu.

Meski telah melakukan banyak pelanggaran, wanita itu akhirnyya dibiarkan berlalu. Kenapa ya Pak Polisi melepaskan wanita itu? Meski tak jadi ditilang dan dibiarkan berlalu oleh polisi, jangan ditiru ya Sahabat Dream.

Lihat videonya di halaman berikut ini: 

1 dari 4 halaman

Lihat Videonya di Sini

Lihat Videonya di Sini © Dream

2 dari 4 halaman

Mengamuk dan Cakar Polisi, Dora Natalia Minta Maaf

Mengamuk dan Cakar Polisi, Dora Natalia Minta Maaf © Dream

Dream - Dora Natalia Singarimbun. Wanita ini mejadi sorotan setelah tertangkap kamera mengamuk dan memaki-maki polisi lalu lintas di kawasan Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur. Video itu menyebar, menjadi viral di jagat maya.

Dora adalah karyawan Mahkamah Agung. Setelah peristiwa Selasa itu, Juru Bicara MA membenarkan bahwa Dora merupakan pengawai di Biro Perencanaan lembaga peradilan tertinggi di Indonesia itu. 

Setelah kasus ini ramai dibicarakan, akun Facebook atas nama Dora Natalia mengunggah sejumlah posting. Namun tak bisa dikonfirmasi kebenarannya apakah akun itu merupakan milik Dora Natalia yang menyerang polisi itu.

Yang jelas, identitas pada akun itu menyebut pemiliknya bekerja di Mahkamah Agung, lulusan Jurusan Hukum Universitas HKBP Nommensen, berasal dari Medan dan tinggal di Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Salah satu unggahan akun itu dibuat pada tanggal 14 Desember 2016. Dalam unggahan itu, akun itu menyampaikan permintaan maaf.

Berikut ini permintaan maaf yang tertulis di lini masa akun tersebut:

3 dari 4 halaman

© Dream

" Hidup awalnya hanya ada dua warna. Yaitu hitam dan putih. Dari dua warna itulah jika dipadukan dengan bijaksana akan menghasilkan berbagai warna dlm kehidupan. Tergantung bagaimana setiap indipidu menyikapi. Seperti halnya pelangi muncul setelah mendung dan hujan pergi."

" Setiap manusia psti tempatnya salah, dosa dan khilaf. Tp satu hal yg pasti.. jgn jadikan diri kalian pribadi yg tergantung pd kelakuan org lain."

" Jika org lain salah kalian malah makin menjatuhkan dan menghinanya. Itu sedikitpun tak pernah ada keuntungan buat kalian. Hanya akan menyulutkan api kebencian yg membuat diri kalian sendiri merasa meledak ledak. Yg membuat diri kalian sendiri menjadi pembenci, pencaci dan pemaki dan mungkin jadi penyakit yg buat emosi kalian yg tinggi."

" Apa itu akan menyembuhkn si pelaku. Tidak.. itu hanya akan menambah dosa kalian sendiri yg telah mendoakn yg tidak baik pada orang lain."

" Tp dengan kebaikan dan nasehat serta bantuan kalianlah.. sy akan bangkit dan belajar jadi pribadi yg lebih baik lagi.."

" Sy memohon maaf yg sebesar2nya kepada seluruh masyarakat indonsia khususnya karna telah menyakiti hati dan perasaan kalian. Sy berjanji akan berubah. Akan selalu berpikir sebelum berbuat.. akan selalu berdoa sblm berangkat. Dan akan lebih mendekatkn diri kepada yg kuasa."

" Dan kepada korban serta institusi. sy tidak mau memutar balikan fakta atau membela diri.. sy mengakui apapun alasan ny saya sudah salah besar. Dan saya akan lakukan kunjungan untuk permohonan maaf yg sedalam2nya."

" Untuk masalah hukum.. sy siap terima resiko atas kesalahan saya. Terima kasih."

4 dari 4 halaman

Ramai Dikomentari

Ramai Dikomentari © Dream

Status tersebut diunggah pada Rabu kemarin sekitar pukul 16.00 WIB. Sejak diunggah, status tersebut telah disebar sebanyak 18 kali dan mendapat 611 komentar.

" Mudah-mudahan apa yang Ibu sampaikan itu tulus ya bu, Allah maha mendengar," tulis pemilik akun Sarjono Partodiharjo.

" Semoga hidayah sllu kita dpatkan,semoga ibu segera di beri hidyah. .. Buat Pak polisinya the best sabarnya patut dicontoh," tulis pemilik akun Paramitha Wahyuni Nrs.

" Ya udahla...semuanya. kita ini manusia,punya khilaf..pembelajaran buat ibu dora...semoga kedepan baik dan lebih baik....dan banyak2 sabar," tulis pemilik akun Oteh Syamsul.

Beri Komentar