Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tak Punya BJPS Kesehatan Saat Mau Operasi, Pasien Lagi Sakit Meninggal Saat Urus E-KTP
Dream - BPJS seharusnya bisa meringankan beban pasien yang berobat ke dokter atau rumah sakit. Sayangnya, masih banyak rakyat Indonesia yang tak punya BPJS.
Jangankan BPJS, Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau e-KTP saja terkadang tidak punya. Semua ini tentu sangat merepotkan saat memerlukan bantuan pemerintah.
Seperti sebuah video yang memperlihatkan warga meninggal dunia saat mengurus e-KTP dan viral di media sosial.
Dalam keterangan video tersebut, terungkap bahwa pria yang merupakan warga Bulukumba, Sulawesi Selatan, seharusnya dirawat di rumah sakit.

Namun lantaran tidak terdaftar di BPJS, pasien tersebut harus mengurus e-KTP terlebih dahulu sebelum menjalani operasi.
Sayangnya pada saat proses pembuatan e-KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bulukumba, Selasa 15 Maret 2022, pasien tersebut dikabarkan meninggal dunia.
Video yang tersebar di dunia maya ini pun mengundang keprihatinan netizen hingga menjadi viral. Banyak yang menghujat pemerintah karena dianggap mempersulit warga yang hendak berobat.
Menanggapi viralnya video yang diunggah akun Instagram @statusfakta itu, Humas Pemkab Bulukumba pun memberikan tanggapan.
Menurut Humas Pemkab, pasien yang meninggal saat mengurus e-KTP tersebut bernama Amiluddin. Pria 55 tahun itu merupakan warga Kelurahan Tanah Jaya, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba.
Sebelumnya Amiluddin telah dirawat di RSUD Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba sejak 3 hari yang lalu. Dia didiagnosis mengidap penyakit penyumbatan usus.
Setelah menjalani observasi, Amiluddin dianjurkan untuk melakukan operasi. Sayangnya Amiluddin tidak memiliki BPJS Kesehatan.
Pihak rumah sakit pun menawarkan untuk menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari pemerintah setempat.
Namun entah apa alasannya, tawaran pihak rumah sakit ditolak oleh keluarga pasien. Amiluddin justru meminta keluar paksa pada hari Selasa, 15 Maret 2022, siang.
Setelah keluar dari RSUD, Amiluddin dan keluarganya datang ke Dukcapil dengan menggunakan mobil angkutan.

Dia berniat melakukan perekaman e-KTP yang menjadi persyaratan untuk pengurusan BPJS Kesehatan.
Kebetulan pada saat turun dari mobil, Kadis Dukcapil melihat Amiluddin yang mengenakan sarung terlihat sempoyongan.
Kadis kemudian berinisiatif mengambilkan kursi roda untuk membawa Amiluddin ke mobil perekaman e-KTP.

Amiluddin langsung mendapatkan layanan perekaman karena sebelumnya ada keluarga yang mempersiapkan pengurusan berkas.
Sayangnya, beberapa saat setelah perekaman, Amiluddin terjatuh dan langsung dibopong ke bangku panjang.

Ternyata warga Bulukumba tersebut telah menghembuskan napas terakhirnya di dalam gedung Dukcapil.
Sumber: Instagram
Lihat postingan ini di Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya