Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ustaz Abdul Somad (YouTube Daniel Mananta Network)
Dream - Ustaz Abdul Somad berbicara soal isu dukun yang sedang santer diperbincangkan publik. Pendakwah kelahiran Silo Lama ini mengungkap perbedaan antara dukun dengan ustaz, kyai, dan sejenisnya adalah pada penghambaannya.
Hal ini diungkap ketika sang ustaz menjadi bintang tamu dalam podcast Daniel Tetangga Kamu. Host kondang ini bertanya menyoal hujan yang erat kaitannya dengan pawang hujan, lalu dia pun teringat dengan sosok dukun.
“ Ngomongin soal ujan, saya jadi keinget kaya pawang ujan nih. Ngomomgin pawang hujan saya jadi keinget ala-ala dukun. Sekarang ini banyak orang yang mereka memilih berserah pada dukun daripada berserah sama Allah, pandangan ustaz sendiri bagaimana?,” tanya Daniel.
Abdul Somad mengatakan antara kyai dan dukun, keduanya melakukan sesuatu yang tidak logis. Namun kyai meminta kepada Allah sedangkan dukun kepada setan.
“ Apa beda ustaz dengan pawang hujan? Toh dua-duanya melakukan sesuatu yang tidak scientifik, yang tidak logis. Ustaz, ulama, kyai dia berdoa meminta kepada Allah. ‘Ya Allah kasihi kami turunkan hujan.’ Sedangkan dukun dia minta sama setan. Permintaannya itu kepada setan, kepada musuh Tuhan,” jawabnya.
Pendakwah yang belum lama ini dihebohkan dengan beritanya yang tak boleh berceramah di Singapura itu menambahkan bahwa sebagai muslim, dia selalu diajarkan untuk menjauhi yang tidak baik. Berbeda dengan dukun yang menjadi hamba setan.

“ Jadi kita selalu diajarkan untuk menjauhi yang tidak baik, sedangkan dukun lebih kepada menjadi hamba setan. Ini kalau diupload semua, banyak sekali yang marah, radikal marah, kelompok dukun juga ikut marah,” ujarnya.
Dia juga berbicara keberadaan dukun di masa kebangkitan Eropa di abad 15 yakni masa renaissance, bahwa pada saat itu dukun-dukun ditangkap.
“ Pada masa renaissance kebangkitan Eropa karena kekuasaan raja-raja yang begitu hebat maka muncullah demokrasi, karena laki-laki begitu superpower muncullah gerakan feminisme. Dan orang lupa bahwa di abad ke-15 di Eropa itu, diantara gerakan renaissance menangkap dukun-dukun. Semua dukun-dukun itu dibakar,” cerita lelaki yang kerap disapa UAS itu.
Penangkapan dukun juga dilakukan di saat masa Umar bin Khattab, di mana dukun ditangkap untuk bertaubat.
“ Jauh sebelum itu (masa Eropa) pada masa setelah Nabi Muhammad meninggal digantikan oleh Abu Bakar Shidiq sebagai pemimpin. Abu Bakar dua tahun digantikan Umar, pada masa Umar diadakan razia dukun. Semua dukun ditangkap disuruh bertaubat. Jadi setelah kira-kira berapa ratus tahun itulah Eropa terinspirasi dengan itu,” katanya.
“ Jadi kalau kita mau bersih, maka dukun-dukunnya mesti ditangkap,” tambahnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya