Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi Permata (nbcnews.com)
Dream - Pernahkah Anda membeli kembali barang yang pernah dijual dengan harga ratusan miliar rupiah dan delapan kali lipat dari harga semula? Jika belum, pria yang berjuluk King of Diamonds rela melakukannya.
Kolektor batu permata asal London Laurence Graff diketahui rela mengeluarkan US$ 8,6 juta atau Rp 105 miliar untuk membeli kembali cincin bermahkotakan batu rubi Burma. Hal ini diketahui setelah dilakukan lelang di rumah lelang Sotheby.
Cincin yang dijuluki Graff Ruby itu menjadi milik Laurence Graff untuk yang kedua kalinya melalui sebuah lelang barang-barang mewah di Jenewa, Swiss pada Kamis kemarin.
Pria yang dijuluki King of Diamonds ini membeli batu rubi 8,62 karat tersebut untuk pertama kalinya pada sebuah lelang 8 tahun lalu. Kemudian dia menjualnya kepada miliarder Yunani Dimitri Mavromattis.
Dari 403 permata yang dilelang di Sotheby pada Rabu kemarin, sebanyak 16 di antaranya adalah milik Mavromattis. Jika ditotal, nilai permata yang dijual kali ini bernilai 91,8 juta franc Swiss.
" Ini adalah rubi terbaik di dunia. Kami senang dan bangga rubi itu menjadi milik kami untuk yang kedua kalinya," ujar Graff.
Rubi tersebut berasal dari Lembah Mogok di Myanmar (dulu Birma) yang terkenal sebagai pusat penghasil batu-batu permata langka.
" Tidak mengherankan. Graff Rubi sangat unik," kata Eric Valdieu, kolektor permata di Jenewa. " Harganya dua kali lipat hanya dalam waktu 8 tahun."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam