Terkuak, Ini Fakta Mengejutkan Ambulans Gerindra Berisi Batu Saat Aksi 22 Mei

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 23 Mei 2019 17:35
Terkuak, Ini Fakta Mengejutkan Ambulans Gerindra Berisi Batu Saat Aksi 22 Mei
Polisi mengungkap sejumlah fakta mengejutkan, mulai penumpang, isi mobil, sampai pemilik ambulans tersebut.

Dream - Polisi mengatakan mobil ambulans yang disita dalam kerusuhan 22 Mei di Jakarta berangkat dari DPC Partai Gerindra Tasikmalaya, Jawa Barat. Mobil itu ditumpangi oleh tiga orang dan berangkat pada 21 Mei pukul 20.00 WIB.

“ Berangkat ke Jakarta berpenumpang tiga orang, yakni Y (sopir), I (sekretaris DPC Tasik), dan temannya O (Wakil Sekretaris DPC),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Argo Yuwono, di Jakarta, Kamis 23 Mei 2019.

Dalam perjalanan, ada dua orang simpatisan yang menumpang. Sehingga, saat digeledah, mobil itu berisi lima orang. Setelah menggeledah dan memeriksa, polisi menetapkan Y, I, dan O, sebagai tersangka.

“ Dari tiga orang ke Jakarta itu, tidak mempunyai kualifikasi sebagai petugas medis,” tambah Argo.

1 dari 3 halaman

Hanya Batu, Tak Ada Alat Medis

Polisi juga menemukan fakta lain. Ternyata di mobil itu tidak ada perlengkapan medis atau obat-obatan. Perlengkapan P3K pun tidak ada sama sekali.

“ Yang ada adalah beberapa batu yang sudah kita tunjukan. Isinya itu,” tambah Argo.

Dalam pemeriksaan itu, para tersangka mengaku tidak mengetahui adanya batu di dalam ambulans. “ Penumpangnya padahal tiga dan dua.”

Saat ini, polisi menjerat ketiga tersangka dengan Pasal 55, 56, 170, 212, dan 214 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara.

2 dari 3 halaman

Terdaftar

Sementara, polisi juga mendapatkan fakta mobil ambulans. Berdasarkan pemeriksaan, mobil berplat hitam B 9689 PCF itu terdaftar atas nama PT Arsari Pratama.

“ Yang beralamat di Jakarta Pusat,” tutur Argo.

3 dari 3 halaman

Ambulans Gerindra Angkut Batu-batu Perusuh, Ini Kata Fadli Zon

Dream - Polisi mengamankan sebuah ambulans berlogo partai yang disebut membawa batu dan sejumlah uang dalam aksi demo yang berujung rusuh, Selasa dini hari tadi.

Di sosial media beredar, mobil ambulans itu bertuliskan Partai Gerindra Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah ambulans itu milik partainya.

" Saya kira tidak ada. Ambulans Gerindra jumlahnya ratusan di mana-mana tugasnya melayani warga," kata Fadli di kediaman pribadi Prabowo, Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, dikutip dari laman Liputan6, Selasa 22 Mei 2019.

Gerindra, lanjut Fadli, tidak pernah memberi komando dengan cara inkonstitusional. Sesuai imbauan Ketum Prabowo Subianto, semua aksi demonstrasi dilakukan sesuai koridor hukum yang dijamin konstitusi.

" Instruksi kita damai, Pak Prabowo sudah bilang jangan lawan kalau pun diprovokasi pihak mana pun," imbuh elite Badan Pemenangan Nasional (BPN) Paslon 02.

Terkait massa, lanjut dia, semua yang bergerak di hari ini dan kemarin murni membawa perlawanan atas dugaan kecurangan yang dirasakan pada Pemilu 2019. Mereka tidak lagi membawa identitas massa pendukung siapa pun, termasuk Prabowo-Sandiaga.

Polisi mengamankan 11 orang yang diduga provokator dalam kericuhan di wilayah Petamburan, Tanah Abang, Jakarta, dini hari tadi. Polisi menemukan beberapa temuan yang membuat mereka yakin kerusuhan semalam memang sudah direncanakan.

" Mayoritas massa dari luar Jakarta," kata Kadiv Humas Mabes Polri Muhammad Iqbal saat konferensi pers di Kantor Menko Polhukam, Jakarta Barat, Selasa, 21 Mei 2019.

Beberapa barang bukti yang diamankan yakni satu ambulans dengan logo partai. Setelah diperiksa, ambulans itu berisi batu dan alat-alat. Ada juga amplop berisi uang dalam mobil itu. Namun polisi enggan menyebut milik partai apa ambulans itu.

(ism, Sumber: Liputan6.com/Muhammad Radityo)

Beri Komentar
Detik-Detik Jokowi Umumkan Kabinet Indonesia Maju