Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Joger Bali (Sumber: Blog.shopious.com)
Dream - Siapa yang tak mengenal Joger? Label kaos oblong ini sangat lekat dengan Pulau Dewata, Bali. Menjadi incaran buah tangan wisatawan lokal, kaos Joger ternyata memegang teguh prinsip yang tak boleh dilanggar.
Joseph Theodorus Wulianadi pemilik sekaligus pendiri label kaos unik satu ini berprinsip joger takkan pernah membuat toko di luar Bali. Prinsipnya itu terbukti ampuh. Joger dan Bali terus kedatangan wisatawan.
Saking ketatnya aturan itu, setiap orang yang berusaha menjual kembali kaos Joger di luar Bali harus bersiap menghadapi masalah. Pengguna media sosial Facebook, Hendra W Saputro menceritakan pengalaman temannya yang berniat menjadi reseller Joger. Dibalik itu, Hendra juga kagum dengan keteguhan prinsip Joger.
Hendra menceritakan pengalaman seorang temannya yang menjual kaos Joger secara daring (online). Sang teman berhasil mengeruk keuntungan fantastis dari penjualan yang telah merambah hingga ke luar negeri.
Hingga suatu ketika temannya itu ditangkap seorang intel polisi saat mengantar pesanan kaos Joger di Terminal Ubung. Orang ini ditangkap karena menyalahi hak cipta dan menyalahi peraturan tentang penjualan kaos yang telah tertulis resmi di website Joger.
Sesaat setelah ditangkap, orang yang bersangkutan tidak dibawa ke kantor polisi melainkan digiring ke rumah Joseph untuk diproses. Sesampainya di sana, ia diberi penjelasan bahwa kesalahannya adalah menjual kaos Joger secara online.
Padahal sejak berdiri pada tahun 1981, kaos tersebut hanya boleh dibeli di Bali. Peraturan ini tidak bisa diganggu gugat hingga sekarang.
Ternyata, Joseph memiliki pandangan yang sangat mengharukan. Betapa tidak, ia malah menyampaikan kata-kata yang membuat pembaca merasa tersentuh seperti berikut ini.
" Mas, Joger yakin jika membuka outlet di seluruh dunia maka bakal laris manis dan kaya raya. Namun, kekayaan itu hanya milik keluarga Joger saja. Joger kukuh hanya boleh dibeli di Bali kerena memancing mereka yang di luar Bali untuk datang ke Bali. Mereka yang datang tidak mungkin hanya beli-beli di Joger saja, mereka akan belanja beli-beli di masyarakat Bali. Artinya Joger ingin memberi dampak kemakmuran bagi warga Bali,"
Akhirnya, setelah melalui perundingan, orang tersebut memilih untuk menyelesaikan kasus dengan jalur kekeluargaan. Mencengangkan sekaligus menggelikan, Joseph menghukum orang itu dengan cara yang tak biasa. Selama seminggu ia tinggal di rumah Joseph harus melaksanakan hukuman berupa mengepel lantai serta cuci piring. Setelah itu, ia tetap diajak makan bersama serta diperlakukan seperti keluarga sendiri.
Tak hanya itu, setelah hukuman selesai, orang itu diminta unruk tanda tangan di atas materai sebagai perjanjian agar tidak menjual Joger secara online. Ditambah dengan pemberian uang saku sebesar Rp1,5 juta sebagai modal usaha.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya